Showing posts with label Computer Networking. Show all posts
Showing posts with label Computer Networking. Show all posts

Saturday, July 14, 2012

IPv6

Internet Protocol versi 6 (IPv6) adalah generasi berikutnya dari Internet Protocol yang ditunjuk sebagai penerus IPv4.

IPv6 didefinisikan pada bulan Desember 1998 olehInternet Engineering Task Force (IETF) dengan penerbitan sebuah Internet standard spesifikasi, RFC 2460.
Contoh dari IPv6 adalah : FE78:2344:BE43:BCDA:4145:0:0:3A


Gambar: http://ikhlasadhi.files.wordpress.com

IPv6 memiliki ruang alamat yang jauh lebih besar daripada IPv4. Ini hasil dari penggunaan 128-bit alamat, sedangkan IPv4 hanya menggunakan 32 bit.

Ruang alamat yang baru sehingga mendukung 2 128 (sekitar 3,4 × 10 38) alamat.
Perluasan ini memberikan fleksibilitas dalam mengalokasikan alamat dan routing lalu lintas dan menghilangkan kebutuhan utama untuk network address translation (NAT).

Sama seperti halnya IPv4, IPv6 juga mengizinkan adanya DHCP Server sebagai pengatur alamat otomatis.
Jika dalam IPv4 terdapat dynamic address dan static address, maka dalam IPv6, konfigurasi alamat dengan menggunakan DHCP Server dinamakan dengan stateful address configuration, sementara jika konfigurasi alamat IPv6 tanpa DHCP Server dinamakan
“stateless address configuration”

Pada IPv6 tidak dikenali istilah pengkelasan, hanya IPv6 menyediakan 3 jenis pengalamatan yaitu:
1. Alamat Unicast
2. Alamat Anycast
3. Alamat Multicast

IPv4

Internet Protocol (IP) address adalah alamat numerik yang ditetapkan untuk sebuah komputer yang berpartisipasi dalam jaringan komputer yang memanfaatkan Internet Protocol untuk komunikasi antara node-nya. Walaupun alamat IP disimpan sebagai angka biner, mereka biasanya ditampilkan agar memudahkan manusia menggunakan notasi, seperti 208.77.188.166 (untuk IPv4), dan 2001: db8: 0:1234:0:567:1:1 (untuk IPv6). Peran alamat IP adalah sebagai berikut: "Sebuah nama menunjukkan apa yang kita mencari. Sebuah alamat menunjukkan di mana ia berada. Sebuah route menunjukkan bagaimana menuju ke sana."
Perancang awal dari TCP/IP menetapkan sebuah alamat IP sebagai nomor 32-bit, dan sistem ini, yang kini bernama Internet Protocol Version 4 (IPv4), masih digunakan hari ini. Namun, karena pertumbuhan yang besar dari Internet dan penipisan yang terjadi pada alamat IP, dikembangkan sistem baru (IPv6), menggunakan 128 bit untuk alamat, dikembangkan pada tahun 1995 dan terakhir oleh standar RFC 2460 pada tahun 1998.
Internet Protocol juga memiliki tugas routing paket data antara jaringan, alamat IP dan menentukan lokasi dari node sumber dan node tujuan dalam topologi dari sistem routing. Untuk tujuan ini, beberapa bit pada alamat IP yang digunakan untuk menunjuk sebuah subnetwork. Jumlah bit ini ditunjukkan dalam notasi CIDR , yang ditambahkan ke alamat IP, misalnya, 208.77.188.166/24.
Dengan pengembangan jaringan pribadi / private network, alamat IPv4 menjadi kekurangan, sekelompok alamat IP private dikhususkan oleh RFC 1918. Alamat IP private ini dapat digunakan oleh siapa saja di jaringan pribadi / private network. Mereka sering digunakan dengan Network Address Translation (NAT) untuk menyambung ke Internet umum global.
Internet Assigned Numbers Authority (IANA) yang mengelola alokasi alamat IP global. IANA bekerja bekerja sama dengan lima Regional Internet Registry (RIR) mengalokasikan blok alamat IP lokal ke Internet Registries (penyedia layanan Internet) dan lembaga lainnya.

B. Subnetting IP versi 4
Alamat IP versi 4 (sering disebut dengan Alamat IPv4) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 4. Panjang totalnya adalah 32-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 4 miliar host komputer atau lebih tepatnya 4.294.967.296 host di seluruh dunia, jumlah host tersebut didapatkan dari 256 (didapatkan dari 8 bit) dipangkat 4(karena terdapat 4 oktet) sehingga nilai maksimal dari alamat IP versi 4 tersebut adalah 255.255.255.255 dimana nilai dihitung dari nol sehingga nilai nilai host yang dapat ditampung adalah 256x256x256x256=4.294.967.296 host. sehingga bila host yang ada diseluruh dunia melebihi kuota tersebut maka dibuatlah IP versi 6 atau IPv6.
Alamat IPv4 terbagi menjadi beberapa jenis, yakni sebagai berikut:
• Alamat Unicast, merupakan alamat IPv4 yang ditentukan untuk sebuah antarmuka jaringan yang dihubungkan ke sebuah internetwork IP. Alamat Unicast digunakan dalam komunikasi point-to-point atau one-to-one.
• Alamat Broadcast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh setiap node IP dalam segmen jaringan yang sama. Alamat broadcast digunakan dalam komunikasi one-to-everyone.
• Alamat Multicast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh satu atau beberapa node dalam segmen jaringan yang sama atau berbeda. Alamat multicast digunakan dalam komunikasi one-to-many.

Friday, July 13, 2012

TCP/IP

TCP IP adalah protokol komunikasi untuk komunikasi antara komputer di Internet. TCP IP singkatan Transmission Control Protocol / Internet Protocol.

TCP IP mendefinisikan bagaimana perangkat elektronik (seperti komputer) harus terhubung ke jaringan Internet, dan bagaimana data harus ditransmisikan antara mereka.

Gambar: http://harvarlordmania.files.wordpress.com

Dalam proses pengiriman data ini terdapat beberapa masalah yang harus dipecahkan. Pertama, data harus dapat dikirimkan ke komputer yang tepat, sesuai tujuannya, dan data harus dalam keadaan utuh tanpa kerusakan (terjadinya kerusakan data dapat terjadi jika ada interferensi sinyal dari luar atau komputer tujuan berada jauh secara jaringan).

Karenanya perlu ada mekanisme yang mencegah rusaknya data ini, dan dibuatlah beberapa aturan yang saling bekerja sama satu sama lainnya. Sekumpulan aturan untuk mengatur proses pengiriman data ini disebut sebagai protokol komunikasi data. Protokol ini diimplementasikan dalam bentuk program komputer (software) yang terdapat pada komputer dan peralatan komunikasi lainnya. TCP IP adalah sekumpulan protokol yang didesain untuk melakukan fungsi-fungsi komunikasi data tersebut.

Di dalam standar TCP IP ada beberapa protokol untuk menangani komunikasi data:

TCP (Transmission Control Protocol) komunikasi antara aplikasi
UDP (User Datagram Protocol) komunikasi sederhana antara aplikasi
IP (Internet Protocol) komunikasi antar komputer
ICMP (Internet Control Message Protocol) untuk kesalahan dan statistik
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) untuk pengalamatan dinamis

Pada dasarnya komunikasi data merupakan proses pengiriman data pada jaringan komputer, maksudnnya data dikirim dari satu komputer ke komputer yang lain. Untuk dapat mengirimkan data, pada komputer harus ditambahkan alat khusus, yang dikenal sebagai network interface (interface jaringan). Jenis interface jaringan ini bermacam-macam, bergantung pada media fisik yang digunakan untuk mentransfer data tersebut.
Cara kerja layer TCP IP

Sekumpulan protokol TCP/IP ini dimodelkan dengan empat layer TCP IP,

Layer TCP IP terdiri atas empat lapis kumpulan protokol yang bertingkat.

Keempat layer TCP IP tersebut adalah:

- Network Interface Layer, bertanggungjawab mengirim dan menerima data ke dan dari media fisik

- Internet Layer, bertanggungjawab dalam proses pengiriman paket ke alamat yang tepat.

- Transport Layer, bertanggungjawab untuk mengadakan komunikasi antara dua host/komputer.

- Application Layer, pada layer inilah terletak semua aplikasi yang menggunakan protokol TCP/IP ini.

Dalam TCP IP, terjadi penyampaian data dari protokol yang berada di satu layer ke protokol yang berada di layer yang lain. Setiap protokol memperlakukan informasi yang diterimanya dari protokol lain sebagai data.

Demikian konsep dasar dan cara kerja Layer TCP IP semoga memberi pemahaman mengenai pengertian TCP IP

Monday, July 9, 2012

OSI 7 Layer

OSI merupakan singkatan dari Open System Interconnection. Dalam bahasa Indonesia dapat diterjemahkan menjadi model tujuh lapis OSI. OSI sendiri merupakan konsep komunikasi dalam jaringan.
Secara umum, setiap vendor komputer menggunakan model komunikasi yang berbeda, menggunakan protokol dan format yang berbeda.
International Organization for Standardization (ISO) membuat suatu arsitektur komunikasi yang dikenal sebagai Open System Interconnection (OSI) model yang mendefinisikan standar untuk menghubungkan komputer-komputer dari vendor-vendor yang berbeda.
Berikut Gambar model komunikasi OSI 7 Layer
1. Physical Layer
Pada lapisan Physical terjadi komunikasi melalui media (carrier) antara device yang berkomunikasi. Teknologi yang biasa diterapkan, yaitu; Ethernet, FDDI, ATN, PPPD atau PPM.
Komunikasi antar lapisan physical dalam bentuk bilangan biner 0 dan 1. Artinya data masih dalam bentuk bit-bit
2. Data Link Layer
Pada lapisan Data Link, data sudah mendapatkan identitas header dalam bentuk frame-frame.
3. Network Layer
Pada lapisan Network, data dikemas dalam packet-packet data. Network Layer melakukan dialog dalam jaringan untuk menentukan priority. Pada lapisan ini router dan switch bekerja.
4. Transport Layer
Transport melakukan point addressing, segmentasi control dan connection control.
5. Session Layer
Pada lapisan session layer terjadi proses dialog control dan sinkronisasi.
6. Presentation Layer
Pada lapisan presentasion layer terjadi proses enkripsi, deskripsi dan kompresi.
7. Application Layer
Application Layer merupakan lapisan yang menjadi user interface kepada pengguna.

Thursday, July 5, 2012

MID SEMESTER

1. TULISKAN BLOG SAUDARA!
afdhilhafidh.blogspot.com

2. TULISKAN DATA RATE DARI
a. USB 3.0 = 4.5 - 5 Gbps
b. InfiniBand = 2.5 Gbps
c. Thunderbolt = 10 Gbps
d. Wifi 802.11 n = 1000m Mbps
e. FastEthernet = 100 Mbps

3. JELASKAN KARAKTERISTIK MEDIA TRANSMISI JARINGAN KABEL, SPESIFIKASI DAN YANG PALING BAIK SEBAGAI MEDIA TRANSMISI!
Kabel Coaxial
Kabel Coaxial adalah jenis kabel jaringan yang paling umum yang terbuat dari kawat bagian dalam dan dikelilingi oleh lapis bahan penyekat, lapis penghantar kawat terpintal, lapis penyekat lainnya dan penutup dari plastik.
Untuk penggunaan kabel coaxial bisa menggunakan jenis RG-58 (10BASE2) dan RG 11 (10BASE5). Kabel coaxial jenis RG-58 fisiknya lebih tipis sedangkan kabel coaxial jenis RG-11 secara fisik terlihat lebih tebal dan keras.

Kabel Twisted-Pair
Kabel UTP atau kabel unshielded twisted pair adalah kabel yang biasa digunakan untuk membuat jaringan atau network komputer berupa kabel yang didalamnya berisi empat (4) pasang kabel yang yang setiap pasangnya adalah kembar dengan ujung konektor RJ-45.
Type / Tipe kategori Kabel UTP / Unshielded Twisted Pair :
- Kategori 1 : Untuk koneksi suara / sambungan telepon/telpon
- Kategori 2 : Untuk protocol localtalk (Apple) dengan kecepatan data hingga 4 Mbps
- Kategori 3 : Untuk protocol ethernet dengan kecepatan data hingga 10 Mbps
- Kategori 4 : Untuk protocol 16 Mbps token ring (IBM) dengan kecepatan data hingga 20 Mbps
- Kategori 5 : Untuk protocol fast ethernet dengan kecepatan data hingga 100 Mbps
Kabel UTP memang terdiri dari 4 pasang kabel yang saling berlilitan berpasang-pasangan. Dan setiap warna dan lilitan memiliki jumlah lilitan dan resisten yang berbeda dalam menghantarkan arus data. Sehingga urutan ini sangat penting.
Dari 8 kabel (4 pair) UTP kabel, yang terpakai sebetulnya hanya 4 kabel (dua pair) dua kabel untuk TX atau transfer data dan dua kabel untuk RX atau menerima data. Walaupun hanya empat kabel yang terpakai, kita tidak boleh sembarangan mengambil kabel mana saja yang akan dipakai. Kabel yang dipakai haruslah dua pair atau dua pasang. Tanda kabel satu pasang adalah kabel tersebut saling melilit dan memiliki warna / stripe yang sama. Menurut standar TIA/EIA-568-B pasangan kabel yang dipakai adalah pasangan orange-orange putih dan hijau-hijau putih. Sementara pin yang dipakai dari delapan pin yang dimiliki RJ-45 yang terpakai adalah Pin nomor 1-2-3-6 sementara nomor 4-5-7-8 tidak terpakai untuk transfer dan receive data Alias nganggur.

Kabel Serat Optik
Kabel serat optik saat ini semakin sering digunakan karena kehandalannya dalam kecepatan transmisi data.
Jenis kabel serat optik ini terdiri atas kaca tipis atau filamen plastik, kurang lebih selebar rambut manusia dan dilindungi oleh bantalan plastik tebal dan selubung plastik luar. Kabel serat optik menggunakan sinar laser bergetar dan bukan frekuensi elektronik untuk mengirim sinyal.
Penggunaan cahaya memberikan keuntungan dibandingkan dengan penggunaan listrik. Sinyal cahaya dapat merambat lebih jauh, lebih cepat dan lebih andal hal ini dikarenakan sinyal cahaya tidak mengalami impedensi listrik dari kawat tembaga dan dapat bergetar dengan laju lebih cepat dibanding frekuensi listrik, namun untuk harga dan biaya pemeliharaan kabel jenis ini lebih mahal dibandingkan kabel Twisted-pair dan Coaxial.

4. GAMBAR STANDAR PEMASANGAN UTP/STP!

5. JELASKAN PERBEDAAN HUB, SWITCH DAN ROUTER!

6. SWITCH DENGAN DATA SHEET 10/100/1000T + 2 SFT, MEDIA TRANSMISI APA SAJA YANG DAPAT DIGUNAKAN?
- Coaxial 10
- UTP/STP 100
- FO

Wednesday, July 4, 2012

Tipe Jaringan, Topologi Jaringan dan Network Service

Tipe Jaringan

1. Peer to Peer
Peer to peer merupakan tipe jaringan yang menghubungkan komputer (computer networking) berbasis akses langsung pada komputer yang berkomunikasi.
Pada jaringan peer to peer dari segi layanan dan sharing (komunikasi) seluruh komputer memiliki kedudukan yang sama. Tidak ada yang menjadi server, dan tidak ada yang menjadi client.
Dalam hal komunikasi data untuk mengakses resource pada lawan bicara, maka langsung dilakukan oleh komputer yang memiliki resource untuk memberikan hak akses.

2. Client-Server
Hal yang membedakan client server dan peer to peer adalah dari segi layanan. Pada tipe jaringan client-server, ada komputer yang memiliki hak untuk memberikan layanan (server) dan ada komputer yang bertindak sebagai client.
Komunikasi data (Lalu lintas) dalam jaringan, sepenuhnya dikelola oleh server.
Tipe jaringan client-server dapat dilakukan menggunakan aplikasi yang umum digunakan sebagai client set dan server set.

3. Terminal Server
Tipe jaringan terpusat, menggunakan sebuah server (dumb terminal) sebagai processor dan komputer lain berupa client desktop. Teknologi ini disebut juga dengan mini computer.


Topologi Jaringan

Network Service

Arsitektur Jaringan

Monday, July 2, 2012

Cara Kerja Mail Server

Mail server adalah aplikasi yang digunakan untuk mengirimkan e-mail. Sesuai dengan namanya sever mail yang merupakan pusan kendali e-mail, mail server senantiasa menerima pesan dari e-mail client yang berasal dari client, atau bahkan dari server e-mail lain.


Mail Server biasanya dikelola oleh seorang yang biasanya dipanggil postmaster. Tugas dari postmaster adalah mengelola account, memonitor kinerja server, dan tugas administratif lainnya.

Proses pengiriman e-mail malalui tahapan yang sedikit panjang. Saat e-mail di kirim, maka e-mail tersebut disimpan pada mail server menjadi satu file berdasarkan tujuan e-mail. File ini berisi informasi sumber dan tujuan, serta dilengkapi tanggal dan waktu pengiriman. Pada saat user membaca e-mail berarti user telah mengakses server e-mail dan membaca file yang tersimpan dalam server yang di tampilkan melalui browser user.

CARA KERJA

Pada mail server terdapat dua server yang berbeda yaitu incoming dan outgoing server. Server yang biasa menangani outgoing e-mail adalah server SMTP(Simple Mail Transfer Protocol) pada port 25 sedangkan untuk menangani e-mail adalah POP3(Post Office Protocol) pada port 110.

Saat e-mail dikirim maka akan langsung ditangani oleh SMTP server dan akan dikiriM ke SMTP tujuan, baik secara langsung maupun melalui beberapa SMTP server yang ada pada jalur tujuannya. Apabila server terkoneksi ke jaringan maka pesan akan langsung di kirim, tapi apa bila server tidak terkoneksi ke jaringan maka pesan akan dimasukkan ke dalam queue dan di resend setiap 15 menit. Apabila dalam 5 hari server tidak juga terkoneksi jaringan maka akan muncul pemberitahuan undeliver notice ke inbox pengirim.

Apabila e-mail terkirim maka akan masuk pada POP3 server atau IMAP server. Jika menggunakan POP3 server user akan membaca file pesan maka komputer user akan mendownload file pesan dari server sehingga file tersebun hanya akan ada pada komputer user tersebut. Sehingga user dapat membaca pesan yang telah di download tersebut. Berbeda dengan IMAP server yang mempertahankan e-mail pada server sehigga e-mail dapat di buka kembali pada device yang berbeda.

reblogged from : Bayu Victoria Blog

Network Operating System

OS yang bertugas mengendalikan kerja komputer, NOS bertugas mengontrol dan mengendalikan jaringan. Biasanya NOS diinstal pada komputer server, tetapi adakalanya juga diinstal pada komputer client. Jika komputer kita nyalakan, OS masuk kedalam komputer dan menyalakannya, baru kemudian NOS masuk. Sejumlah OS seperti Windows NT sudah termasuk NOS dan memang dirancang untuk keperluan network, sehingga tidak perlu menginstal NOS lagi.
Ciri dari NOS biasanya memiliki feature-feature antara lain:

* Tampilan pengendali yang menarik dan mudah dengan GUI.
* Memiliki metoda penyimpanan data jaringan yang baik.
* Keamanan yang tinggi.
* Fasilitas pengiriman data ke printer atau komputer lain.
* Pemusatan penyimpanan data jaringan.
* Log-on jarak jauh oleh pemakai melalui modem.
* Dapat menggunakan workstation tanpa hard disk atau disket.

Beberapa tugas umum NOS adalah:

* Administrasi: yaitu menambah, mengurangi dan mengelola user serta menyiapkan backup data.
* Manajemen file: mengalokasikan dan mentransfer file kepada client yang membutuhkan.
* Manajemen printer: mengatur prioritas pencetakan melalui sistem antrian.
* Keamanan: memonitor dan, jika perlu, membatasi akses ke pusat network.

Thursday, June 28, 2012

Unguided Media

1. PAN (Personal Area Network) = 10 meter
Bersifat LOS (Line on Side), antara transmitter dan receiver harus pada garis langsung dan tidak boleh terhalang oleh benda lain.
Ada 2 jenis media:
a. InfraRed
b. Bluetooth

2. LAN (Local Area Network) = 100 m
Wi-Fi = 802.11
Wi-Max = 802.16
WiBro

3. WAN (Wide Area Network) = Satelit

Unguided Media
1. Gelombang Mikro
2. Satelit
2. Infra Red


Perangkat
1. Access Point
2. Wireless Router


Pertanyaan:
1. Mengapa AP tidak dapat melakukan setting server?
2. Mengapa bluetooth tidak digolongkan sebagai media transmisi unguided?
3. Penjelasan mengenai orbit velocity pada teknik orbital satelit!

Daftar Istilah:
Port Redirecting = Mengarahkan/ melanjutkan akses ke website menggunakan proxy
Port Forwarding =

Wednesday, June 27, 2012

MEDIA TRANSMISI WIRED (GUIDE)

Media Transmisi Guide

Kabel Coaxial
Kabel Coaxial adalah jenis kabel jaringan yang paling umum yang terbuat dari kawat bagian dalam dan dikelilingi oleh lapis bahan penyekat, lapis penghantar kawat terpintal, lapis penyekat lainnya dan penutup dari plastik.
Untuk penggunaan kabel coaxial bisa menggunakan jenis RG-58 (10BASE2) dan RG 11 (10BASE5). Kabel coaxial jenis RG-58 fisiknya lebih tipis sedangkan kabel coaxial jenis RG-11 secara fisik terlihat lebih tebal dan keras.

Kabel Twisted-Pair
Kabel UTP atau kabel unshielded twisted pair adalah kabel yang biasa digunakan untuk membuat jaringan atau network komputer berupa kabel yang didalamnya berisi empat (4) pasang kabel yang yang setiap pasangnya adalah kembar dengan ujung konektor RJ-45.
Type / Tipe kategori Kabel UTP / Unshielded Twisted Pair :
- Kategori 1 : Untuk koneksi suara / sambungan telepon/telpon
- Kategori 2 : Untuk protocol localtalk (Apple) dengan kecepatan data hingga 4 Mbps
- Kategori 3 : Untuk protocol ethernet dengan kecepatan data hingga 10 Mbps
- Kategori 4 : Untuk protocol 16 Mbps token ring (IBM) dengan kecepatan data hingga 20 Mbps
- Kategori 5 : Untuk protocol fast ethernet dengan kecepatan data hingga 100 Mbps
Kabel UTP memang terdiri dari 4 pasang kabel yang saling berlilitan berpasang-pasangan. Dan setiap warna dan lilitan memiliki jumlah lilitan dan resisten yang berbeda dalam menghantarkan arus data. Sehingga urutan ini sangat penting.
Dari 8 kabel (4 pair) UTP kabel, yang terpakai sebetulnya hanya 4 kabel (dua pair) dua kabel untuk TX atau transfer data dan dua kabel untuk RX atau menerima data. Walaupun hanya empat kabel yang terpakai, kita tidak boleh sembarangan mengambil kabel mana saja yang akan dipakai. Kabel yang dipakai haruslah dua pair atau dua pasang. Tanda kabel satu pasang adalah kabel tersebut saling melilit dan memiliki warna / stripe yang sama. Menurut standar TIA/EIA-568-B pasangan kabel yang dipakai adalah pasangan orange-orange putih dan hijau-hijau putih. Sementara pin yang dipakai dari delapan pin yang dimiliki RJ-45 yang terpakai adalah Pin nomor 1-2-3-6 sementara nomor 4-5-7-8 tidak terpakai untuk transfer dan receive data Alias nganggur.

Susunan kabel berdasar TX dan RX
Crossover / cross cable adalah kabel yang secara manual maping signal output pada satu konektor ke input di konektor yang satu nya lagi atau TX + dari satu konektor di Maping ke RX + di konektor yang lain dan TX – di konektor yang satu ke RX – di konektor yang lain.

Fungsi Urutan Kabel TX-RX
Cross cable biasa dipakai untuk koneksi dari PC to PC / PC to Router, Pokoknya semua koneksi dari alat yang biasanya koneksi melalui switch atau hub tetapi dipasang secara langsung.
Straight cable , anda tidak perlu repot memikirkan cross over anda cukup menyamakan posisi kabel di satu sisi dengan sisi lainnya. Straight cable biasa dipakai untuk koneksi dari PC to Hub / Swicth atau sebaliknya.

Kabel Serat Optik
Kabel serat optik saat ini semakin sering digunakan karena kehandalannya dalam kecepatan transmisi data.
Jenis kabel serat optik ini terdiri atas kaca tipis atau filamen plastik, kurang lebih selebar rambut manusia dan dilindungi oleh bantalan plastik tebal dan selubung plastik luar. Kabel serat optik menggunakan sinar laser bergetar dan bukan frekuensi elektronik untuk mengirim sinyal.
Penggunaan cahaya memberikan keuntungan dibandingkan dengan penggunaan listrik. Sinyal cahaya dapat merambat lebih jauh, lebih cepat dan lebih andal hal ini dikarenakan sinyal cahaya tidak mengalami impedensi listrik dari kawat tembaga dan dapat bergetar dengan laju lebih cepat dibanding frekuensi listrik, namun untuk harga dan biaya pemeliharaan kabel jenis ini lebih mahal dibandingkan kabel Twisted-pair dan Coaxial.

Microwave
Satelit Microwave

Monday, June 25, 2012

Network Device




Network Device terdiri dari :
1. Hub
2. Switch
3. Modem
4. Router
5. Bridge
6. Repeater
7. Access Point

Wednesday, June 20, 2012

Pengantar Jaringan Komputer dan Komunikasi Data

Komunikasi Data
Transmisi pengkodean data dan informasi melalui format spesifik media antara dua atau lebih orang, bisnis atau entitas (Miller, 2006 : 5)



Komponen Jaringan Komputer
1. Perangkat Komputer
2. NIC (Network Interface Card)
3. Media Transmisi
a) Wired (guide)
b) Wireless (unguided)
4. Network Device
5. NOS (Network Operating System)
Berfungsi untuk memanej sumber daya dalam system jaringan.
Jenis-jenis Network Operating System yang paling banyak digunakan :
a) Novell NetWare
b) Microsoft Windows NT, Windows Server Series (2000 Server, 2003 Server)
c) Unix dan Flavour-nya
d) Machintosh OS (Mac OS)

Hukum Moore
Hukum Moore adalah salah satu hukum yang terkenal dalam industri mikroprosesor yang menjelaskan tingkat pertumbuhan kecepatan mikroprosesor. Diperkenalkan oleh Gordon E. Moore salah satu pendiri Intel. Ia mengatakan bahwa pertumbuhan kecepatan perhitungan mikroprosesor mengikuti rumusan eksponensial.

Perkembangan teknologi dewasa ini menjadikan HUKUM MOORE semakin tidak Relevan untuk meramalkan kecepatan mikroprossesor. Hukum Moore, yang menyatakan bahwa kompleksitas sebuah mikroprosesor akan meningkat dua kali lipat tiap 18 bulan sekali, sekarang semakin dekat ke arah jenuh. Hal ini semakin nyata setelah Intel secara resmi memulai arsitektur prosesornya dengan code Nehalem. Prosesor ini akan mulai menerapkan teknik teknologi nano dalam pembuatan prosesor, sehingga tidak membutuhkan waktu selama 18 bulan untuk melihat peningkatan kompleksitas tapi akan lebih singkat

Tuesday, May 8, 2012

IPv6 (Internet Protocol Versi 6)


Internet Protocol versi 6 (IPv6) adalah generasi berikutnya dari Internet Protocol yang ditunjuk sebagai penerus IPv4.

IPv6 didefinisikan pada bulan Desember 1998 olehInternet Engineering Task Force (IETF) dengan penerbitan sebuah Internet standard spesifikasi, RFC 2460.
Contoh dari IPv6 adalah : FE78:2344:BE43:BCDA:4145:0:0:3A

IPv6 memiliki ruang alamat yang jauh lebih besar daripada IPv4. Ini hasil dari penggunaan 128-bit alamat, sedangkan IPv4 hanya menggunakan 32 bit. 

Ruang alamat yang baru sehingga mendukung 2 128 (sekitar 3,4 × 10 38) alamat. 
Perluasan ini memberikan fleksibilitas dalam mengalokasikan alamat dan routing lalu lintas dan menghilangkan kebutuhan utama untuk network address translation (NAT).

Sama seperti halnya IPv4, IPv6 juga mengizinkan adanya DHCP Server sebagai pengatur alamat otomatis.
Jika dalam IPv4 terdapat dynamic address dan static address, maka dalam IPv6, konfigurasi alamat dengan menggunakan DHCP Server dinamakan dengan stateful address configuration, sementara jika konfigurasi alamat IPv6 tanpa DHCP Server dinamakan
“stateless address configuration”

Pada IPv6 tidak dikenali istilah pengkelasan, hanya IPv6 menyediakan 3 jenis pengalamatan yaitu:
1. Alamat Unicast
2. Alamat Anycast
3. Alamat Multicast

Saturday, April 28, 2012

SWITCH MANAGEABLE YANG MENDUKUNG LAYER 3


Switch merupakan sebuah device pengembangan dari Hub. Switch lebih aman dan digunakan pada hampir semua jaringan lokal yang ada pada saat ini. secara fisik, Switch dan Hub memiliki bentuk yang sama. Switch bekerja pada layer 2 (OSI Model) dan ia bekerja dengan mengingat Alamat Mac dan komputer yang terhubung dengannya. cara kerja Switch lebih aman karena ia tidak membroadcast paket yang dikirim oleh suatu PC kepada semua PC yang ada pada satu jaringan LAN. namun, ia hanya mengirimkan paket kepada PC yang memerlukkannya. sangat beragam merk Switch yang ada saat ini. dari yang berharga sekitar 100 ribuan sampai jutaan rupiah. Switch dibagi menjadi 2 bagian besar, yaitu switch Manageable dan Switch Unmanageable. Switch manageable adalah switch dengan harga tinggi yang dapat dikonfigurasi karena memiliki sistem operasi didalamnya. Pioneer untuk Switch manageable adalah device dengan merk 'Cisco'. selain Cisco, kebanyakan hanya sebuah Switch murah yang tidak dapat dikonfigurasi (Unmanageable) dan sistem pakainya : tinggal colok. Switch manageable dibuat untuk meningkatkan keamanan pada sebuah jaringan lokal dan biasa dipakai pada perusahaan-perusahaan elite. karena cara kerjanya, switch manageable dapat juga dikelompokkan menjadi device yang bekerja pada layer 3 OSI Model.

Ada beberapa perbedaan mendasar yang membedakan antara manageable switch dengan yang non manageable. Perbedaan tersebut dominan bisa di lihat dari kelebihan dan keunggulan yang dimiliki oleh switch manageable itu sendiri. Adapun beberapa kelebihan manageable switch yang membedakan keduanya adalah :

1. Mendukung penyempitan broadcast jaringan dengan VLAN
2. Pengaturan access user dengan access list
3. Membuat keamanan network lebih terjamin
4. Bisa melakukan pengaturan port yang ada (assign port with Vlan, etc)
5. Mudah dalam monitoring trafick dan maintenance network karena dapat diakses tanpa harus berada di dekat switch. (telnet atau SSH)

Wednesday, April 4, 2012

Pertemuan 6 : Wireless Router / Access Point Configuration

1. Pengantar Jaringan Wireless LAN ( Jaringan lokal tanpa kabel )
Kita telah mengetahui dan mengenal tentang Local Area Network (LAN), dimana ia
merupakan jaringan yang terbentuk dari gabungan beberapa komputer yang
tersambung melalui saluran fisik (kabel). Seiring dengan perkembangan teknologi
serta kebutuhan untuk akses jaringan yang mobile (bergerak) yang tidak membutu
hkan kabel sebagai media tranmisinya, maka muncullah Wireless Local Area
Network (Wireless LAN/WLAN).
Jaringan lokal tanpa kabel atau WLAN adalah suatu jaringan area lokal tanpa
kabel dimana media transmisinya menggunakan frekuensi radio (RF) dan infrared
(IR), untuk memberi sebuah koneksi jaringan ke seluruh penggunadalam area
disekitarnya. Area jangkauannya dapat berjarak dari ruangan kelas ke seluruh
kampus atau dari kantor ke kantor yang lain dan berlainan gedung. Peranti yang
umumnya digunakan untuk jaringan WLAN termasuk di dalamnya adalah PC,
Laptop, PDA, telepon seluler, dan lain sebagainya. Teknologi WLAN ini memiliki
kegunaan yang sangat banyak. Contohnya, pengguna mobile bisa menggunakan
telepon seluler mereka untuk mengakses e-mail. Sementara itu para pelancong
dengan laptopnya bisa terhubung ke internet ketika mereka sedang di bandara, kafe,
kereta api dan tempat publik lainnya.
Spesifikasi yang digunakan dalam WLAN adalah 802.11 dari IEEE dimana ini juga
sering disebut dengan WiFi (Wireless Fidelity) standar yang berhubungan dengan
kecepatan akses data. Ada beberapa jenis spesifikasi dari 802,11 yaitu 802.11b,
802.11g, 802.11a, dan 802.11n seperti yang tertera pada tabel berikut :
tabel . Spesifikasi dari 802.11

2. Sejarah Wireless LAN
Pada akhir 1970-an IBM mengeluarkan hasil percobaan mereka dalam merancang
WLAN dengan teknologi IR, perusahaan lain seperti Hewlett-Packard (HP) menguji
WLAN dengan RF. Kedua perusahaan tersebut hanya mencapai data rate 100
Kbps. Karena tidak memenuhi standar IEEE 802 untuk LAN yaitu 1 Mbps maka
produknya tidak dipasarkan. Baru pada tahun 1985, (FCC) menetapkan pita
Industrial, Scientific and Medical (ISM band) yaitu 902-928 MHz, 2400-2483.5 MHz
dan 5725-5850 MHz yang bersifat tidak terlisensi, sehingga pengembangan WLAN
secara komersial memasuki tahapan serius. Barulah pada tahun 1990 WLAN dapat
dipasarkan dengan produk yang menggunakan teknik spread spectrum (SS) pada
pita ISM, frekuensi terlisensi 18-19 GHz dan teknologi IR dengan data rate >1 Mbps.
Pada tahun 1997, sebuah lembaga independen bernama IEEE membuat
spesifikasi/standar WLAN pertama yang diberi kode 802.11. Peralatan yang sesuai
standar 802.11 dapat bekerja pada frekuensi 2,4GHz, dan kecepatan transfer data
(throughput) teoritis maksimal 2Mbps.
Pada bulan Juli 1999, IEEE kembali mengeluarkan spesifikasi baru bernama
802.11b. Kecepatan transfer data teoritis maksimal yang dapat dicapai adalah 11
Mbps. Kecepatan tranfer data sebesar ini sebanding dengan Ethernet tradisional
(IEEE 802.3 10Mbps atau 10Base-T). Peralatan yang menggunakan standar
802.11b juga bekerja pada frekuensi 2,4Ghz. Salah satu kekurangan peralatan
wireless yang bekerja pada frekuensi ini adalah kemungkinan terjadinya interferensi
dengan cordless phone, microwave oven, atau peralatan lain yang menggunakan
gelombang radio pada frekuensi sama.
Pada saat hampir bersamaan, IEEE membuat spesifikasi 802.11a yang
menggunakan teknik berbeda. Frekuensi yang digunakan 5Ghz, dan mendukung
kecepatan transfer data teoritis maksimal sampai 54Mbps. Gelombang radio yang
dipancarkan oleh peralatan 802.11a relatif sukar menembus dinding atau
penghalang lainnya. Jarak jangkau gelombang radio relatif lebih pendek
dibandingkan 802.11b. Secara teknis, 802.11b tidak kompatibel dengan 802.11a.
Namun saat ini cukup banyak pabrik hardware yang membuat peralatan yang
mendukung kedua standar tersebut.
Pada tahun 2002, IEEE membuat spesifikasi baru yang dapat menggabungkan
kelebihan 802.11b dan 802.11a. Spesifikasi yang diberi kode 802.11g ini bekerja
pada frekuensi 2,4Ghz dengan kecepatan transfer data teoritis maksimal 54Mbps.
Peralatan 802.11g kompatibel dengan 802.11b, sehingga dapat saling
dipertukarkan. Misalkan saja sebuah komputer yang menggunakan kartu jaringan
802.11g dapat memanfaatkan access point 802.11b, dan sebaliknya.
Pada tahun 2006, 802.11n dikembangkan dengan menggabungkan teknologi
802.11b, 802.11g. Teknologi yang diusung dikenal dengan istilah MIMO (Multiple
Input Multiple Output) merupakan teknologi Wi-Fi terbaru. MIMO dibuat berdasarkan
spesifikasi Pre-802.11n. Kata ”Pre-” menyatakan “Prestandard versions of 802.11n”.
MIMO menawarkan peningkatan throughput, keunggulan reabilitas, dan peningkatan
jumlah klien yg terkoneksi. Daya tembus MIMO terhadap penghalang lebih baik,
selain itu jangkauannya lebih luas sehingga Anda dapat menempatkan laptop atau
klien Wi-Fi sesuka hati. Access Point MIMO dapat menjangkau berbagai perlatan
Wi-Fi yg ada disetiap sudut ruangan. Secara teknis MIMO lebih unggul dibandingkan
saudara tuanya 802.11a/b/g. Access Point MIMO dapat mengenali gelombang radio
yang dipancarkan oleh adapter Wi-Fi 802.11a/b/g. MIMO mendukung kompatibilitas
mundur dengan 802.11 a/b/g. Peralatan Wi-Fi MIMO dapat menghasilkan kecepatan
transfer data sebesar 108Mbps.
3. Komponen Wireless LAN
3.1. Access Point (AP)
Pada WLAN, alat untuk mentransmisikan data disebut dengan Access Point dan
terhubung dengan jaringan LAN melalui kabel. Fungsi dari AP adalah mengirim dan
menerima data, sebagai buffer data antara WLAN dengan Wired LAN, mengkonversi
sinyal frekuensi radio (RF) menjadi sinyal digital yang akan disalukan melalui kabel
atau disalurkan keperangkat WLAN yang lain dengan dikonversi ulang menjadi
sinyal frekuensi radio.
Satu AP dapat melayani sejumlah user sampai 30 user. Karena dengan semakin
banyaknya user yang terhubung ke AP maka kecepatan yang diperoleh tiap user
juga akan semakin berkurang. Ini beberapa contoh produk AP dari beberapa vendor.

Gambar : Access Point dari produk Linksys, Symaster, Dlink
3.2 Extension Point
Untuk mengatasi berbagai problem khusus dalam topologi jaringan, designer dapat
menambahkan extension point untuk memperluas cakupan jaringan. Extension point
hanya berfungsi layaknya repeater untuk client di tempat yang lebih jauh. Syarat
agar antara akses point bisa berkomunikasi satu dengan yang lain, yaitu setting
channel di masing-masing AP harus sama. Selain itu SSID (Service Set Identifier)
yang digunakan juga harus sama. Dalam praktek dilapangan biasanya untuk aplikasi
extension point hendaknya dilakukan dengan menggunakan merk AP yang sama.

Gambar : Jaringan menggunakan Extension Point
3.3 Antena
Antena merupakan alat untuk mentransformasikan sinyal radio yang merambat pada
sebuah konduktor menjadi gelombang elektromagnetik yang merambat diudara.
Antena memiliki sifat resonansi, sehingga antena akan beroperasi pada daerah
tertentu. Ada beberapa tipe antena yang dapat mendukung implementasi WLAN,
yaitu :
1. Antena omnidirectional
Yaitu jenis antena yang memiliki pola pancaran sinyal kesegala arah dengan
daya yang sama. Untuk menghasilkan cakupan area yang luas, gain dari
antena omni directional harus memfokuskan dayanya secara horizontal
(mendatar), dengan mengabaikan pola pemancaran ke atas dan kebawah,
sehingga antena dapat diletakkan ditengah-tengah base station. Dengan
demikian keuntungan dari antena jenis ini adalah dapat melayani jumlah pengguna
yang lebih banyak. Namun, kesulitannya adalah pada pengalokasian frekuensi untuk
setiap sel agar tidak terjadi interferensi

Gambar : Jangkauan area Antena omnidirectional
2. Antena directional
Yaitu antena yang mempunyai pola pemancaran sinyal dengan satu arah tertentu.
Antena ini idealnya digunakan sebagai penghubung antar gedung atau untuk daerah
yang mempunyai konfigurasi cakupan area yang kecil seperti pada lorong-lorong
yang panjang.

Gambar : jangkauan antena directional
3.4 Wireless LAN Card
WLAN Card dapat berupa PCMCIA (Personal Computer Memory Card International
Association), ISA Card, USB Card atau Ethernet Card. PCMCIA digunakan untuk
notebook, sedangkan yang lainnya digunakan pada komputer desktop. WLAN Card
ini berfungsi sebagai interface antara sistem operasi jaringan client dengan format
interface udara ke AP. Khusus notebook yang keluaran terbaru maka WLAN
Cardnya sudah menyatu didalamnya. Sehingga tidak keliatan dari luar.

Gambar : Wireless LAN Card
Kelebihan dan Kelemahan dalam implementasi Wireless LAN


Acces point merupakan suatu perangkat yang sangat penting dalam membangun
sistem jaringan komputer tanpa kabel atau wireless. Acces point digunakan sebagai
terminal sentral sedangkan untuk komputer - komputer yang terhubung harus
menggunakan wireless LAN Card. Berikut langkah - langkah untuk melakukan
praktikum Acces Point :
MODUL PRAKTIK INSTALASI ACCES POINT
I. Alat dan Bahan :
1. Wireless Router / Acces Point satu unit
2. Laptop Support Wireless ( 2 buah)
II. Langkah Instalasi Wireless Lan Card :
1. Matikan PC Client
2. Buka tutup casing dengan Obeng
III. Langkah Instalasi Access Point :
1. Siapkan AP dan pasang sekaligusnya Antena dan kabel power AP.
2. Gunakan Wireless Laptop Untuk Mengkonfigurasi AP.
3. Pilih Start>>pilih My Network Places dengan klik kanan >>pilih properties
4. Muncul Network Connection, pilih wireless network connection dengan klik
kanan>> pilih properties>>
5. Muncul Wireless Network Connection Properties >>pilih tab Wireless Network,
pada bagian preferred network muncul nama default dari Access Point yang aktif
yakni, linksys.
7. Mengkonfigurasi AP melalui program web browser yakni dengan mengetikkan IP
address pada kolom Address nya. (IP address dapat dilihat pada buku manual AP).
8. Sesuaikan IP Address Laptop dengan IP address AP agar dapat mengakses AP
yang dilanjutkan dengan pengaturan settingan AP. (missal IP Address AP adalah
192.168.1.145 maka IP address Laptop 192.168.1.100)
9. Pilih AP tipe jaringan (infrastruktur) Network only
10. Pada system tray, klik kanan ikon Network, pilih View Available Wireless
Network
11. Muncul kotak dialog, lalu cek Allowme to connect >> pilih connect
12. Jalankan program IE, pada bagian address ketik IP address AP, missal ;
http://192.168.1.145 hingga akan muncul tampilan login yang meminta pengisian
User Name dan Passwor AP (lihat di manual AP).
13. Setelah pengisian login benar antara user name dan password benar, akan
muncul halaman control panel AP.
14. Carilah nama SSID (nama workgroup jaringan wireless) nya dan bisa diganti
sesuai keinginan kita.
Keterangan :
Wireless LAN terdiri dari 2 jenis topologi, yakni :
1. Topologi Ad hock (peer to peer wireless) yakni bahwa setiap komputer dengan
terpasang wireless Lan Card dapat saling terhubung dengan computer yang lain
tanpa melalui perangkat Access Point (AP).
2. Topologi Infrastruktur (point to multi point wireless) yakni bahwa setiap komputer
dapat saling terhubung dengan komputer yang lain melalui perangkat AP sebagai
jalur pusat komunikasinya.

Pertemuan 5 : Basic Router Configuration

TUJUAN PRAKTIKUM
• mampu melakukan konfigurasi dasar pada Cisco router.
• mampu memberikan password pada Cisco router.
I. Configure Cisco Router Global Configuration Settings.
1. Menghubungkan perangkat menggunakan media fisik yang benar.
Hubungkan kabel konsol ke router dan computer, pada router, masukkan kabel konsol ke “console port” dan pada computer mesukkan ke port COM 1 menggunakan adapter DB-9 atau DB-25. Hubungkan pula kabel cross antara computer dan interface fastethernet 0/0 pada router.
Pastikan perangkat perangkat dalam keadaan hidup, lalu lanjutkan ke tahap berikutnya.
2. Menghubungkan computer dan router menggunakan HyperTerminal Dari windows taskbar, aktifkan HyperTerminal dengan mengklik di start| Programs | Accessories |Communications | HyperTerminal.
Kemudian, konfigurasi HyperTerminal dengan pengaturan berikut:
Connection Description:
Name: Pertemuan 6
Icon:
Connect to:
Connect Using: COM 1 (atau COM yang lain yang terhubung)
COM1 Properties
Bits per second : 9600
Data bits : 8
Parity : None
Stop bits : 1
Flow Control : None
Ketika window HyperTerminal sudah muncul, tekan tombol “ENTER” sampai ada respon dari router.
Jika tidak ada respon dari router, cek kembali dari langkah pertama.
If the router terminal is in the configuration mode, exit by typing NO.
Would you like to enter the initial configuration dialog? [yes/no]:no
Press RETURN to get started!
Router>
Ketika ada di dalam privileged exec command mode, setiap kesalahan atau perintah – perintah yang tidak dikenalin, akan di anggap domain name oleh router. Ketika tidak ada domain server yang di configure seperti yang kita ketik tadi, aka nada delay sebelum pemberitahuan “request time out”. Biasanya ini akan memakan waktu beberapa menit.
Untuk menghentikannya, tekan kombinasi tombol 6 lalu tekan x.
Seperti ilustrasi berikut ini:
Router>enabel
Translating "enabel"...domain server (255.255.255.255) %
Tahan kombinasi tombol 6, kemudian tekan x
Name lookup aborted
Router>
Dari user exec mode, anda dapat masuk ke privileged exec mode, dengan cara:
Router> enable
Router#
Dari privileged exec mode, anda dapet masuk ke global configuration mode, dengan
langkah berikut:
Router# configuration terminal
Router(config)#
Untuk menset hostname pada router, ikuti langkah berikut ini:
router(config)# hostname Router1
Router1(config)#
3. Configure the MOTD banner.
Message of the day (MOTD) banner merupakan seperti layaknnya Peringatan terhadap siapa saja yang ingin mengakses router. Sebuah banner seharusnya mencantumkan informasi tentang hak akses, hukuman bagi pelanggar, dan hukum yang berlaku di daerah.
Configure the MOTD banner. The MOTD banner is displayed on all connections before the login prompt. Use the terminating character on a blank line to end the MOTD entry:
Router1(config)# banner motd %
Masukkan Banner MOTD yang telah dibuat tadi. Akhiri dengan '%'
***You are connected to an ABC network device. Access is granted to only current ABC
company system administrators with prior written approval. ***
*** Unauthorized access is prohibited, and will be prosecuted. ***
*** All connections are continuously logged. ***
%
Router1(config)#
II. Configure Cisco router password access.
Password dapat diberikan pada privileged exec mode dan titik – titik lain seperti console, aux,dan virtual lines. Pemberian password pada privileged exec mode adalah hal yang paling penting, karena mode ini mempunyai control menuju configuration mode.
1. Mengkonfigurasi password privileged exec mode.
Cisco IOS mempunyai 2 perintah untuk memberikan password pada privileged exec mode. Perintah pertama, enable password, merupakan password yang tidak di enkripsi dan tidak akan berlaku jika perintah enable secret diaktifkan. Perintah enable secret mempunyai metode proteksi password yang terenkripsi.
Unruk memberikan password pada privileged exec mode, ikuti langkah berikut:
Sebagai contoh password yang digunakan adalah: cisco.
Router1(config)# enable secret cisco
Router1(config)#
2. Mengkonfigur password console.
Password pada console berguna untuk mengatur hak akses kontrol console pada router.
Sebagai contoh password yang digunakan adalah: class.
Tahapannya adalah sebagai berikut :
Router1(config)# line console 0
Router1(config-line)# password class
Router1(config-line)# login
3. Configure the virtual line password.
Password virtual line berguna untuk mengatur hak akses control Telnet ke router.
Sebagai contoh password yang digunakan adalah: class.
Tahapannya adalah sebagai berikut :
Router1(config-line)# line vty 0 4
Router1(config-line)# password class
Router1(config-line)# login
III. Configure Cisco Router Interfaces.
1. Mengkonfigur interface fa0/0 pada router.
Tahapannya adalah sebagai berikut :
Router1(config)# interface fa0/0
Router1(config-if)# description Connection to Host1 with crossover cable
Router1(config-if)# ip address address mask
Router1(config-if)# no shutdown
Router1(config-if)# end
Router1#
Look for the interface to become active:
*Mar 24 19:58:59.602: %LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface
FastEthernet0/0, changed state to up
2. Mengkonfigur interface fa0/1 pada router.
Tahapannya adalah sebagai berikut :
Router1(config)# interface fa0/1
Router1(config-if)# description Connection to switch with straight-through cable
Router1(config-if)# ip address address mask
Router1(config-if)# no shutdown
Router1(config-if)# end
Router1#
Look for the interface to become active:
*Mar 24 19:58:59.602: %LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface
FastEthernet0/1, changed state to up
3. Save RAM configuration to NVRAM.
Setiap konfigurasi yang talah dilakukan akan disimpan sementara di RAM. Ketika konfigurasi yang ada di RAM tidak dicopy ke NVRAM sebelum power dimatikan. Maka konfigurasi tersebut tidak akan dapat di load untuk pemakaian berikutnya. Untuk dapat memakai konfigurasi dan me-loadnya pada kesempatan lain saat power dinyalakan. Konfigurasi harus secara manual di simpan di NVRAM. Langkah – langkahnya adalah sebagai berikut:
Router1# copy running-config startup-config
Destination filename [startup-config]?
Building configuration...
[OK]
Router1#
4. Mengkonfigur PC.
Konfigurasi PC untuk dapat terkoneksi dengan LAN, dengan cara mengklik Start | Control Panel | Network Connections. Klik kanan pada icon LAN, kemudian pilih Properties. Cari the Internet Protocol field,kemudial pilih Properties. Kemudian isi lah dengan:
IP Address: The first host address __________________________
Subnet Mask: The subnet mask ____________________________
Default Gateway: Router’s IP Address _______________________
Klik OK, kemudian Close.

Pertemuan 4 : Cabling

I. Tujuan Percobaan
- Memahami tentang pengkabelan pada jaringan computer
- Mampu menghubungkan dua buah perangkat dengan medium kabel UTP
II. Perangakat yang digunakan
1. Kabel UTP cat.5
2. Connector RJ45
3. Lan tester
4. Cramping tool
5. PC
III. Teori Dasar
Untuk dapat menghubungkan divais yang satu dengan divais yang lain, maka di butuhkanlah media transmisi. Terdapat berbagai macam media yang dapat digunakan untuk dapat menghubungkan divais dan membentuk jaringan. Secara umum, media tersebut adalah: Kabel (wired) dan Nirkabel (wireless).
Empat jenis kabel jaringan yang umum digunakan saat ini yaitu:
1. Kabel Coaxial
Kabel coaxial terdiri atas dua kabel yang diselubungi oleh dua tingkat isolasi. Tingkat isolasi pertama adalah yang paling dekat dengan kawat konduktor tembaga. Tingkat pertama ini dilindungi oleh serabut konduktor yang menutup bagian atasnya yang melindungi dari pengaruh elektromagnetik. Sedangkan bagian inti yang digunakan untuk transfer data adalah bagian tengahnya yang selanjutnya ditutup atau dilindungi dengan plastik sebagai pelindung akhir untuk menghindari dari goresan kabel.Beberapa jenis kabel Coaxial lebih besar dari pada yang lain.
Makin besar kabel, makin besar kapasitas datanya, lebih jauh jarak jangkauannya dan tidak begitu sensitif terhadap interferensi listrik.
2. Kabel Unshielded Twisted Pair (UTP), Kabel twisted pair terjadi dari dua kabel yang diputar enam kali per-inchi untuk memberikan perlindungan terhadap interferensi listrik ditambah dengan impedensi, atau tahanan listrik yang konsisten.
Nama yang umum digunakan untuk kawat ini adalah IBM jenis/kategori 3. Secara singkat kabel UTP adalah murah dan mudah dipasang, dan bisa bekerja untuk jaringan skala kecil.
3. Kabel Shielded Twisted Pair (STP). Kabel STP sama dengan kabel UTP, tetapi kawatnya lebih besar dan diselubungi dengan lapisan pelindung isolasi untuk mencegah gangguan interferensi. Jenis kabel STP yang paling umum digunakan pada LAN ialah IBM jenis/kategori 1.
4. Kabel Serat Optik (Fiber Optik)
Kabel serat optik mengirim data sebagai pulsa cahaya melalui kabel serat optik. Kabel serat optik mempunyai keuntungan yang menonjol dibandingkan dengan semua pilihan kabel tembaga. Kabel serat optik memberikan kecepatan transmisi data tercepat dan lebih reliable, karena jarang terjadi kehilangan data yang disebabkan oleh interferensi listrik. Kabel serat optik juga sangat tipis dan fleksibel sehingga lebih mudah dipindahkan dari pada kabel tembaga yang berat.
IV. Prosedur Praktikum
.Merakit Kabel Cross
1. Potonglah kabel sesuai dengan panjang yang diperlukan, yaitu dengan cara membuang (mengupas) bagian pelindung luar kabel, kemudian bersihkan dan rapikan kedua ujung kabel.
2. Susunlah warna urutan kabel sesuai dengan gambar di bawah ini.

3. Urutkanlah pemasangan kabel pada konektor sesuai dengan urutan.
4. Setelah kabel dimasukkan ke konektor, lalu klem (jepitlah) konektor dengan tang klem hingga terminal-terminal menjepit kabel dengan kuat.
5. Pasang kedua ujung kabel dengan konektor, lalu lakukan pengujian dengan menggunakan kabel tester.
6. Setelah berhasil melakukan pemasangan kabel pada konektor dengan pengetesan dengan kabel tester, hubungkan dua buah PC dengan kabel tersebut, apakah bisa?
Merakit Kabel Straight
1. Potonglah kabel sesuai dengan panjang yang diperlukan, yaitu dengan cara membuang (mengupas) bagian pelindung luar kabel, kemudian bersihkan dan rapikan kedua ujung kabel.
2. Susunlah warna urutan kabel sesuai dengan gambar dibawah ini:

3. Urutkanlah pemasangan kabel pada konektor sesuai dengan urutan.
4. Setelah kabel dimasukkan ke konektor, lalu klem (jepitlah) konektor dengan tang klem hingga terminal-terminal menjepit kabel dengan kuat.
5. Pasang kedua ujung kabel dengan konektor, lalu lakukan pengujian dengan menggunakan kabel tester.
6. Setelah berhasil melakukan pemasangan kabel pada konektor dengan pengetesan dengan kabel tester, hubungkan dua buah PC dengan kabel tersebut, apakah bisa?

Pertemuan 3 : Subnetting & Pengaturan IP pada Lokal Area Network

TUJUAN PRAKTIKUM :
1. Memahami Format IP Addressing versi 4 beserta pembagian kelasnya.
2. Memahami Subnetting Classfull & Classless secara CIDR / VLSM.
3. Dapat mengkonfigurasi IP pada jaringan Local Area Network.
PENDAHULUAN
Untuk berkomunikasi dengan host lain didalam suatu jaringan, sebuah host harus
mempunyai IP (Internet Protocol) address. Pada praktikum ini, IP yang digunakan
adalah IPv4 yang memiliki panjang 32 bit (4 byte).
IP address sendiri terbagi menjadi 2 bagian yaitu bagian network address dan
node/host address. IPv4 terdiri dari 5 class, yaitu A, B, C, D dan E. Kelas D
digunakan untuk multicasting, sedangkan kelas E untuk riset.


Gambar Contoh Penggunaan IP Address
Berikut adalah alokasi bit untuk alamat IPv4 :
Kelas A :

Kelas B :

Kelas C :

Berikut adalah IP Address Range untuk masing-masing kelas :

Subnetting :
Mengapa dilakukan subnetting ?
1. Untuk mengurangi lalu lintas jaringan (mengurangi broadcast storm/ memperkecil broadcast domain)
2. Mengoptimalisasi unjuk kerja jaringan
3. Pengelolaan yang disederhanakan (memudahkan pengelolaan, mengidentifikasikan permasalahan)
4. Penghematan alamat IP
Pada dasarnya subnetting adalah mengambil bit-bit dari bagian host sebuah alamat
IP danme-reserve atau menyimpannya untuk mendefinisikan alamat subnet. Konsekuensinya adalah semakin sedikit jumlah bit untuk host. Jadi semakin banyak
jumkah subnet, semakin sedikit jumlah bit yang tersedia untuk mendefinisikan host
bit.
Contoh Subneting
Misalkan tersedia network address 192.168.1.0 / 24 → “ berarti kelas C ”. (Lihat tabel di atas) Misal kita membutuhkan 6 kelompok jaringan/network, maka yang kita lakukan adalah membagi alamat tersebut menjadi 6 subnet. Maka rumus yang digunakan adalah 2^n >= jumlah subnet. Variabel n menunjukkan jumlah bit yang dipinjam dari bit-bit host untuk dijadikan bit subnet.
Perhitungan:
2^n >= 6 => 2^3 >= 6 ,sehingga n = 3
Perhitungan dengan metode binary :
- subnet mask default (dlm biner) : 11111111.11111111.11111111.00000000
- tambahkan 3 bit 1 di ruas paling belakang :
11111111.11111111.11111111.11100000
- konversi subnet tsb ke desimal : 255.255.255. 224
(Berarti subnet mask addressnya adalah 255.255.255.224 untuk mendapatkan 6
subnet)
Sekarang untuk mengetahui jumlah IP yang dapat dipakai untuk tiap host di tiap
subnet, lakukan operasi berikut :
256 jumlah rentang dari 0 – 255
224 - nilai ruas terakhir dari subnet yang baru
32 digunakan sebagai range buat subnetnya
Hasil 32 menunjukkan IP yang dapat dipakai untuk tiap subnet mask yang baru.
Berikut ini adalah daftar semua subnet untuk subnet mask class C 255.255.255 224
:
Subnet ke 0 : 192.168.1.0 – 192.168. 1. 31
Subnet ke 1 : 192.168.1.32 - 192.168.1. 63
Subnet ke 2 : 192.168.1.64 - 192.168.1. 95
Subnet ke 3 : 192.168.1.96 - 192.168.1.127
……………….
Subnet ke 7 : 192.168.1.224 – 192.168.1.255
Contoh menghitung broadcast address
Coba hitung broadcast address dan network address untuk IP 192.168.1.4 /29
Jawab : /29 berarti netmask = 255.255.255.248
IP Adress : 192.168.1.4 11000000.10101000.00000001.00000100
netmask : 255.255.255.248 11111111.11111111.11111111.11111000
Network Addr: 192.168.1.0 11000000.10101000.00000001.00000000
(AND)
Broadcast Addr: 192.168.1.7 11000000.10101000.00000001.00000111
(invers)
CIDR ( Classless Interdomain Domain Routing)
Perhitungan subnetting pada CIDR merupakan perhitungan lanjutan mengenai IP Addressing dengan menggunakan metode VLSM ( Variable Length Subnet Mask ), namun sebelum membahas VLSM perlu direview terlebih dahulu subnetting menggunakan CIDR.
Pada tahun 1992 lembaga IEFT memperkenalkan suatu konsep perhitungan IP Address yang dinamakan supernetting atau classless inter domain routing (CIDR), metode ini menggunakan notasi prefix dengan panjang notasi tertentu sebagai network prefix, panjang notasi prefix ini menentukan jumlah bit sebelah kiri yang digunakan sebagai Network ID, metode CIDR dengan notasi prefix dapat diterapkan pada semua kelas IP Address sehingga hal ini memudahkan dan lebih efektif.
Menggunakan metode CIDR kita dapat melakukan pembagian IP address yang tidak
berkelas sesukanya tergantung dari kebutuhan pemakai.
Sebelum kita melakukan perhitungan IP address menggunakan metode CIDR
berikut ini adalah nilai subnet yang dapat dihitung dan digunakan :

Catatan penting dalam subnetting ini adalah penggunaan oktat pada subnet mask
dimana :
- untuk IP Address kelas C yang dapat dilakukan CIDR-nya adalah pada oktat terakhir karena pada IP Address kelas C subnet mask default-nya adalah 255.255.255.0
- untuk IP Address kelas B yang dapat dilakukan CIDR-nya adalah pada 2 oktat terakhir karena pada IP Address kelas B subnet mask default-nya adalah 255.255.0.0
- untuk IP Address kelas A yang dapat dilakukan CIDR-nya adalah pada 3 oktat terakhir karena IP Address kelas A subnet mask default-nya adalah 255.0.0.0
VLSM ( Variable Length Subnet Mask )
Perhitungan IP Address menggunakan metode VLSM adalah metode yang berbeda dengan memberikan suatu Network Address lebih dari satu subnet mask, jika menggunakan CIDR dimana suatu Network ID hanya memiliki satu subnet mask saja, perbedaan yang mendasar disini juga adalah terletak pada pembagian blok, pembagian blok VLSM bebas dan hanya dilakukan oleh si pemilik Network Address yang telah diberikan kepadanya atau dengan kata lain sebagai IP address local dan IP Address ini tidak dikenal dalam jaringan internet, namun tetap dapat melakukan koneksi kedalam jaringan internet, hal ini terjadi dikarenakan jaringan internet hanya mengenal IP Address berkelas.
Metode VLSM ataupun CIDR pada prinsipnya sama yaitu untuk mengatasi kekurangan IP Address dan dilakukannya pemecahan Network ID guna mengatasi kekerungan IP Address tersebut. Network Address yang telah diberikan oleh lembaga IANA jumlahnya sangat terbatas, biasanya suatu perusahaan baik instansi pemerintah, swasta maupun institusi pendidikan yang terkoneksi ke jaringan internet hanya memilik Network ID tidak lebih dari 5 – 7 Network ID (IP Public).
Dalam penerapan IP Address menggunakan metode VLSM agar tetap dapat berkomunikasi kedalam jaringan internet sebaiknya pengelolaan network-nya dapat memenuhi persyaratan ; routing protocol yang digunakan harus mampu membawa informasi mengenai notasi prefix untuk setiap rute broadcastnya (routing protocol : RIP, IGRP, EIGRP, OSPF dan lainnya, bahan bacaan lanjut protocol routing : CNAP 1-2), semua perangkat router yang digunakan dalam jaringan harus mendukung metode VLSM yang menggunakan algoritma penerus packet informasi. Tahapan perihitungan menggunakan VLSM IP Address yang ada dihitung menggunakan CIDR selanjutnya baru dipecah kembali menggunakan VLSM, sebagai contoh :
130.20.0.0/20
Kita hitung jumlah subnet terlebih dahulu menggunakan CIDR, maka didapat
11111111.11111111.11110000.00000000 = /20
Jumlah angka binary 1 pada 2 oktat terakhir subnet adalah 4 maka
Jumlah subnet = (2x) = 24 = 16
Maka blok tiap subnetnya adalah :
Blok subnet ke 1 = 130.20.0.0/20
Blok subnet ke 2 = 130.20.16.0/20
Blok subnet ke 3 = 130.20.32.0/20
Dst … sampai dengan
Blok subnet ke 16 = 130.20.240.0/20
Selanjutnya kita ambil nilai blok ke 3 dari hasil CIDR yaitu 130.20.32.0 kemudian :
- Kita pecah menjadi 16 blok subnet, dimana nilai 16 diambil dari hasil perhitungan subnet pertama yaitu /20 = (2x) = 24 = 16
- Selanjutnya nilai subnet di ubah tergantung kebutuhan untuk pembahasan ini kita gunakan /24, maka didapat 130.20.32.0/24 kemudian diperbanyak menjadi 16 blok lagi sehingga didapat 16 blok baru yaitu :
Blok subnet VLSM 1-1 = 130.20.32.0/24
Blok subnet VLSM 1-2 = 130.20.33.0/24, dst..sampai ke 16
- Selanjutnya kita ambil kembali nilai ke 1 dari blok subnet VLSM 1-1 yaitu 130.20.32.0 kemudian kita pecah menjadi 16:2 = 8 blok subnet lagi, namun oktat ke 4 pada Network ID yang kita ubah juga menjadi 8 blok kelipatan dari 32
- sehingga didapat :
Blok subnet VLSM 2-1 = 130.20.32.0/27
Blok subnet VLSM 2-2 = 130.20.32.32/27
Blok subnet VLSM 2-3 = 130.20.33.64/27
Blok subnet VLSM 2-4 = 130.20.34.96/27
Blok subnet VLSM 2-5 = 130.20.35.128/27
Blok subnet VLSM 2-6 = 130.20.36.160/27, dst
IPv6 Addresses (TAMBAHAN)
IPv6 adalah format IP dengan panjang 128 bit dan umumnya ditulis sebagai 8 bilangan 16 bit hexadecimal.Memiliki jumlah alamat IP = 2128 (sekitar 3.4x 1038).
Bandingkan dengan IPv4 dengan format hanya 32 bit yang berarti memiliki jumlah IP
= 232 (sekitar 4.3x109).
Format penulisannya adalah dengan hexadecimal yang masing-masing 16 bit dengan dipisahkan dengan tanda titik dua (:) Representasi alamat pada IPv6 ada beberapa macam
- Model x: x: x: x: x: x: x: x
X adalah nilai berupa hexadecimal 16 bit dari porsi alamat. Karena terdapat 8 buah ‘x’,
jumlah total = 816 = 128 bit.
Contohnya : FEDC:BA98:7654:3210:FEDC:BA98:7654:3210
-Jika format pengalamatan IP mengandung kumpulan group 16 bit bernilai ‘0’, maka direpresentasikan dengan “::”.
Contohnya : 3FFE:0:0:0:0:0:FE56:3210 dapat direpresentasikan menjadi 3FFE::FE56:3210
-Model x: x: x: x: x: d: d: d d adalah alamat IPv4 32 bit. Contohnya : 0:0:0:0:FFFF:13.1.68.3 direpresentasikan menjadi ::FFFF:13.1.68.3
Tugas Tambahan
1. Untuk mengelola manajemen pembagian kerja yang baik sebuah perusahaan akan melakukan pembagian area kerja berdasarkan divisi atau unit kerja yang spesifik dengan mengalokasikan sejumlah perangkat komputer (host) sesuai kebutuhan. Sebagai contoh: Perusahaan “Kreatip Corp” membagi perusahaannya ke dalam 5 divisi dengan distribusi alokasi kebutuhan hostnya masing-masing
Network 1 :
Network 2 :
Network 3:
Network 4 :
Network 5:
Dengan Metode VLSM tentukan Network Address, First Usable Address, Last Usable Address, dan Broadcast Address, jika diberikan IP License ………………..
2. Berdasarkan gambar Topologi Jaringan berikut ini, tentukan pembagian subnetwork dengan metode VLSM, default gateway, dan host pada masingmasing bagian.

Tugas Pendahuluan
1. Jelaskan ip addressing version 4 dan pembagian kelasnya ! berikan contoh beserta perinciannya.
2. Jelaskan mengenai IP Public & IP Private, serta metode NAT !
3. Jelaskan yang dimaksud dengan Broadcast Domain dan Default Gateway, serta berikan berikan penjelasan jika muncul “ Destination unreachable & Request Time Out pada proses Ping !
4. Jelaskan mengenai IP Subnetting Classfull & Classless menggunakan CIDR & VLSM !
5. Dengan metode CIDR, berikan perincian subnetwork jika diberikan IP Network 200.200.200.0/24 dan dibutuhkan 8 subnetwork, tentukan pula network, first, last, dan broadcast address pada masing-masing subnetwork, serta gambarkan perhitungannya !
6. Dengan metode VLSM, jika dibutuhkan pembagian jaringan untuk 4 divisi dengan masing-masing :
Network A : 30 host
Network B : 60 host
Network C : 6 host
Network D : 2 host
Jika diberikan IP License nya : 192.168.1.0/24 tentukan pembagian IP Address pada masing-masing network beserta Network Address, First Usable Address, Last Usable Address, & Broadcast Address.

Pertemuan 2 : Network Analysis Tool, Application Layer Protocol, dan Transport Layer Protocol

1. Network Analysis Tool
a. Tujuan
- Mendeskripsikan fungsi dari Wireshark sebagai salah satu network analysis tool.
- Melakukan capture dengan Wireshark
b. Latar Belakang
Wireshark merupakan salah satu network analysis tool, atau disebut juga dengan protocol analysis tool atau packet sniffer. Wireshark dapat digunakan untuk troubleshooting jaringan, analisis, pengembangan software dan protocol, serta untuk keperluan edukasi. Wireshark merupakan software gratis, sebelumnya, Wireshark dikenal dengan nama Ethereal.
Packet sniffer sendiri diartikan sebagai sebuah program atau tool yang memiliki kemampuan untuk ‘mencegat’ dan melakukan pencatatan terhadap traffic data dalam jaringan. Selama terjadi aliran data dalam, packet sniffer dapat menangkap protocol data unit (PDU), melakukan dekoding serta melakukananalisis terhadap isi paket berdasarkan spesifikasi RFC atau spesifikasispesifikasi yang lain.
Wireshark sebagai salah satu packet sniffer diprogram sedemikian rupa untuk mengenali berbagai macam protokol jaringan. Wireshark mampu menampilkan hasil enkapsulasi dan field yang ada dalam PDU.
c. Prosedur
Pada bagian ini akan diberikan bagaimana menggunakan Wireshark serta contoh melakukan capture PDU.
1) Jalankan Wireshark
2) Untuk melakukan capture dengan memilih pilihan yang tersedia, pilih menu Capture > Options... akan tampil jendela semacam ini:

3) Pada jendela Capture Option, pilihlah interface Ethernet yang akan dicapture. Terlihat pada screenshot di atas terdapat 3 buah highlight. Highlight paling atas menunjukkan pilihan untuk melakukan capture pada Promiscuous Mode. Jika pilihan ini diaktifkan, maka Wireshark akan melakukan capture terhadap paket-paket yang ditujukan untuk komputer ini dan paket-paket yang terdeteksi oleh NIC dari komputer-komputer dalam satu segmen jaringan.
Highlight kedua menunjukkan pilihan-pilihan untuk mengatur tampilan atau informasi yang akan ditampilkan oleh Wireshark. Jika pilihan hide capture dialog info dinonaktifkan, ketika kita memulai capture, Wireshark akan menampilkan jendela tambahan yang memberikan statistik persentase protokol yang ter-capture sebagai berikut:

Highlight ketiga memberikan pilihan bahwa Wireshark akan menerjemahakan alamat jaringan dalam PDU menjadi nama. Mengaktifkan pilihan ini akan menambah PDU ekstra ke dalam data yang ter-capture.
Jendela Wireshark terdiri atas tiga bagian, seperti ditunjukkan pada screenshot berikut:

Packet List Pane menampilkan ringkasan dari paket-paket yang tertangkap oleh Wireshark. Memilih salah satu paket yang tampil pada bagian ini akan memperlihatkan detail dari paket tersebut pada dua panel di bawahnya.
Packet Detail Pane menampilkan detail dari paket yang dipiliha pada Packet List Pane.
Packet Byte Pane menunjukkan isi data dari sebuah paket dalam heksadesimal serta menunjukkan detail dari field yang dipilih pada Packet Detail Pane.
Untuk memulai proses capture, klik pada tombol Start.
4) Buka command prompt dengan cara klik Start > Run... > ketikkan cmd > klik OK. Lakukan ping ke komputer sebelah anda dengan mengetikkan perintah ping IPkomputerDiSebelahAnda.
5) Aktivitas ping tersebut akan terekam oleh Wireshark, simpan hasil capture dengan memilih menu File > Save As... pada Wireshark.
6) Berdasarkan hasil capture Wireshark tersebut, isikan informasi yang diminta pada borang yang disediakan.
2. Application Layer Protocol
a. Tujuan
- Menggunakan Wireshark untuk menangkap PDU
- Mengamati protokol HTTP sebagai protokol pada Application Layer
b. Latar Belakang
Application Layer merupakan layer paling atas, baik pada model OSI, maupun model TCP/IP. Layer ini menyediakan antarmuka antara aplikasi-aplikasi yang kita gunakan, dengan jaringan yang digunakannya untuk melakukan pertukaran informasi. Pada pertukaran informasi antar aplikasi yang berjalan pada host pengirim dan host tujuan digunakan berbagai protokol Application Layer.
Protokol pada application layer menentukan bagaimana pesan dipertukarkan antara host pengirim dan tujuan, sintaks dari perintah-perintah kontrol (control command), jenis dan format data yang dipertukarkan, metode yang digunakan untuk mengetahui terjadinya kesalahan dan bagaimana mengatasi kesalahan tersebut, serta bagaimana interaksi dengan layer yang berada di bawahnya.
Terdapat banyak protokol untuk apllication layer, antara lain Domain Name Service Protocol (DNS), Hypertext Transfer Protocol (HTTP), Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), Telnet, Filet Transfer Protocol (FTP), dan sebagainya.
Pada praktikum ini akan dilakukan analisis terhadap protokol yang sering kita gunakan, yaitu HTTP.
Hypertext Transfer Protocol (HTTP), pada awalnya merupakan prokol yang dikembangkan untuk mempublikasikan maupun mengunduh halaman HTML.
Saat ini, HTTP yang merupakan protokol pada application layer yang paling sering digunakan juga dimanfaatkan untuk transfer data. HTTP menentukan mendefinisikan protokol dalam melakukan request dan response antar klien dan server. Dengan HTTP, terdapat tiga jenis pesan yang dipertukarkan, yaitu GET, POST, dan PUT. GET digunakan oleh klien untuk melakukan request. POST dan PUT digunakan untuk melakukan upload data ke server.
c. Prosedur
1) Jalankan Wireshark dan mulailah capture.
2) Buka web browser yang ada pada komputer
3) Masukkan alamat www.google.com. Setelah halaman www.google.com terbuka, tekanlah tombol Refresh pada web browser.
4) Hentikan capture Wireshark dan simpanlah hasil capture Wireshark tersebut. Tutuplah web browser.
5) Analisislah hasil capture dan isikan informasi yang diminta pada borang yang tersedia.
3. Transport Layer Protocol
a. Tujuan
- Mengetahui protokol pada transport layer
- Mengetahui cara kerja TCP dan mengidentifikasi TCP header menggunakan wireshark dan sesi FTP
b. Latar Belakang
Transport Layer memiliki beberapa fungsi. Ia bertugas untuk melakukan identifikasi aplikasi yang saling berkomunikasi dan menjaga komunikasi antara aplikasi dari pengirim ke penerima. Selain itu, layer ini juga memiliki fungsi melakukan pembagian data menjadi bagian-bagian kecil yang disebut sebagai segment serta menggabungkan kembali segment tersebut pada host yang menerima.
Dalam TCP/IP Transport Layer digunakan 2 macam protokol, yakni TCP dan UDP. Masing-masing protokol memiliki karakteristik tertentu dan mendukung protokol-protokol pada layer di atasnya. Misalnya TCP mendukung HTTP dan FTP, sementara UDP mendukung DNS dan TFTP. Perbedaan antara kedua protokol tersebut ada pada reliabilitasnya.
Untuk menjalanakan tugasnya baik TCP dan UDP menambahkan header pada data yang akan dikirim. Isi header antara kedua protokol tersebut berbeda, sesuai dengan karakteristik masing-masing protokol. Header yang dipasang oleh kedua protokol tersebut dapat iidentifikasi dan dianalisis dengan menggunakan network analyzer tool, salah satunya adalah Wireshark. Header pada protocol TCP dapat dilihat pada gambar berikut:

Untuk protokol UDP, header yang ditambahkan adalah sebagai berikut:

c. Prosedur
1) Jalankan program FileZilla yang ada pada komputer.
2) Jalankan Wireshark dan mulai proses capture.
3) Pada jendela program FileZilla, isi bagian Host, Username, Password, dan Port. Kemudian klik pada tombol Quickconnect.
4) Download file labjaringan.html dari FTP server, tunggu hingga terdapat pesan “file transfer successful” pada FileZilla.
5) Hentikan capture Wiershark dan simpan hasil capture tersebut.
6) Analisis hasil capture Wireshark dan isikan informasi yang diminta pada borang.

Pertemuan 1 - Pengenalan software analisa dan simulasi jaringan

Tujuan :
1. Mengenali perangkat lunak jaringan berdasarkan fungsinya
2. Menggunakan software packet tracer untuk simulasi jaringan sederhana
Terdapat berbagai macam software yang dapat membantu kita dalam menganalisa ataupun mendisain jaringan komputer. Dalam masa 1 semester praktikum jaringan komputer kali ini kita akan menggunakan 3 jenis tools yang bisa membantu kita dalam kegiatan praktikum.

A. Packet Tracer
Packet tracer adalah sebuah simulator protocol jaringan yang dikembangkan oleh Cisco System. Paket Tracer dapat mensimulasikan berbagai macam protocol yg digunakan pada jaringan baik secara realtime maupun dengan mode simulasi.
Gambar.1 Tampilan Packet Tracer

Membuat jaringan peer-to-peer menggunakan packet tracer :
1. Ambil 2 buah PC dari select device box pada bagian end devices ke logical workspace seperti terlihat pada gambar dibawah ini :

2. Hubungkan 2 PC tadi dengan kabel yang sesuai (kabel cross) pada masing-masing port Ethernet

Jaringan peer to peer selesai dibuat, untuk melihat mengecek apakah kedua PC sudah benar-benar tersambung, kita dapat melakukan perintah ping atau memberikan paket ICMP dari PC0 ke PC1 atau sebaliknya seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini :
1. Set alamat IP tiap-tiap PC yang berada dalam 1 network (dalam hal ini PC0
192.168.1.1; PC1 192.168.1.2

2. Ping dapat dilakukan melalui virtual command line tiap PC atau mengirimkan paket ICMP yang dapat kita klik langsung dari objek PC0 ke PC1.

3. Selain mode realtime kita juga dapat memilih mode simulation, dimana pada saat kita melakukan perintah, kita dapat mengetahui prorokol yang digunakan dan apa yang sebenarnya terjadi pada setiap layer. Contohnya pada saat perintah ping pada gambar dibawah ini.

Membuat jaringan sederhana dengan menggunakan fitur multi user pada
packet tracer :
Pada aplikasi packet tracer kita dimungkinkan untuk membuat simulasi jaringan gabungan antara simulasi jaringan menggunakan packet tracer di 2 atau lebih PC yang saling terhubung dalam satu network. Contoh penggunaan :
1. Buat jaringan sederhana lalu masukkan awan multiuser :

2. Klik pada awan multi user peer0, lalu set mode ke outgoing, dan ip address PC lain dimana terdapat simulasi jaringan yang akan dikoneksikan, set peer network name dan password
3. Tekan tombol connect dan tunggu konfirmasi koneksi (mode incoming) di PC yang dituju muncul. Setelah terkoneksi, kita langsung dapat menjalankan 2 simulasi di PC yang berbeda.

Pembangunan yang Mengancam: Ancaman Bencana Berkelanjutan bagi Civitas UIN Imam Bonjol Padang

Sejak pertama kali mengajar di UIN Imam Bonjol Padang pada tahun 2019, saya menyaksikan perubahan besar yang terjadi di kampus, terutama den...