Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Saturday, February 18, 2023

Bagaimana menumbuhkan semangat belajar secara mandiri bagi mahasiswa?

 

Menumbuhkan semangat belajar secara mandiri adalah keterampilan penting bagi mahasiswa, karena mereka perlu belajar secara terus-menerus sepanjang masa kuliah dan bahkan setelah lulus kuliah. Berikut adalah beberapa tips untuk menumbuhkan semangat belajar secara mandiri bagi mahasiswa:

Wednesday, February 15, 2023

Bagaimana meluangkan waktu untuk upgrade ilmu dan pengetahuan bagi seorang dosen?

Meluangkan waktu untuk upgrade ilmu dan pengetahuan sangat penting bagi seorang dosen. Berikut adalah beberapa tips untuk meluangkan waktu untuk upgrade ilmu dan pengetahuan bagi seorang dosen:

Sunday, January 15, 2023

Bagaimana cara agar beberapa pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik untuk orang yang susah fokus dan perfeksionis?


Jika seseorang sulit fokus dan perfeksionis, maka ada beberapa cara yang dapat membantu mereka menyelesaikan beberapa pekerjaan, yaitu:

  1. Buat daftar prioritas
    Membuat daftar prioritas akan membantu seseorang untuk fokus pada tugas yang paling penting dan memungkinkan mereka menyelesaikan tugas tersebut terlebih dahulu.

Wednesday, December 28, 2022

Apa yang bisa kita lakukan ketika merasa sendiri dan demotivasi dalam hal yang sedang dikerjakan dan yang ingin dicapai?

 

Merasa sendiri dan demotivasi dalam hal yang sedang dikerjakan dan ingin dicapai adalah hal yang umum terjadi. Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan ketika merasa demotivasi dan sendiri:

Tuesday, October 18, 2022

Bagaimana cara bertahan pada lingkungan kerja yang toxic?


Bertahan pada lingkungan kerja yang toxic dapat menjadi sulit dan menantang. Namun, berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu seseorang untuk bertahan pada lingkungan kerja yang toxic:

Wednesday, November 17, 2021

8 (Delapan) Hal yang Perlu Diketahui untuk Membangun Impresi Positif Diri

1. Knowing Ur Self (ketahui diri sendiri) 
Tidak ada orang yang selayaknya memahami kita melebihi diri kita sendiri. Dengan memahami kelebihan dan kelemahan diri kita sendiri akan menajamkan langkah-langkah kita dalam meraih kesuksesan. Cara untuk mengenali diri kita dapat dilakukan dengan dua langkah. Langkah pertama adalah “bercermin”, melakukan dialog dengan diri kita sendiri tentang kelebihan yang kita miliki dengan mengingat hal-hal sukses yang pernah kita alami dan factor penyebabnya pada saat itu.

Tuesday, March 15, 2016

Belajar IKHLAS dari GULA PASIR

☕ Gula PASIR memberi RASA MANIS pada KOPI, tapi orang MENYEBUTnya KOPI MANIS...bukan KOPI GULA...

SOMBONG (KIBR)



Al A’raf 12: Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”.

Kekayaan dan ......... ??

Isilah titik-titik di bawah ini dan mohon dijawab dengan jujur di dalam hati kita masing-masing ...mohon tdk membaca kebawah sebelum soal dijawab ya... mari kita perhatikan:

1. Allah menciptakan tertawa dan ..........
2. Allah itu mematikan dan .............
3. Allah menciptakan laki-laki dan ...........
4. Allah memberikan kekayaan dan ..........

Sekarang mari kita bahas. Mayoritas kita tentu akan dengan mudah menjawab:
1. ....dan Menangis
2. ...dan Menghidupkan
3. ...... dan Perempuan

Tapi bagaimana dengan no.4 ...? Apakah jawabannya Kemiskinan ...?

Untuk mengetahui jawabannya, mari kita lihat rangkaian firman Allah dalam Surah An-Najm ayat 43-45, dan 48, sebagai berikut:
Jawaban no 1:

ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﺿْﺤَﻚَ ﻭَﺃَﺑْﻜَﻰ
"dan Dia-lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis." (QS. An-Najm: 43)

Jawaban no 2:
ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﻣَﺎﺕَ ﻭَﺃَﺣْﻴَﺎ
"dan Dia-lah yang mematikan dan menghidupkan." (QS. An-Najm: 44)

Jawaban no 3:
ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﺧَﻠَﻖَ ﺍﻟﺰَّﻭْﺟَﻴْﻦِ ﺍﻟﺬَّﻛَﺮَ ﻭَﺍﻟْﺄُﻧﺜَﻰ
"dan Dia-lah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan. " (QS. An-Najm: 45)

Jawaban no 4:
ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﻏْﻨَﻰ ﻭَﺃَﻗْﻨَﻰ
"dan Dia-lah yang memberikan kekayaan dan kecukupan." (QS. An-Najm: 48)

Ternyata jawaban kita yg benar hanya pada no. 1-3 ... sedangkan jawaban untuk no. 4 keliru dan kita sdh berburuk sangka kpd Allah

Subhanallah..
Sesungguhnya Allah Ta'ala hanya memberi Kekayaan dan Kecukupan kepada hamba-Nya.

Ternyata yang "menciptakan" Kemiskinan adalah diri kita sendiri.
Kemiskinan itu kita bentuk di dalam pola pikir kita sendiri.
Itulah hakikatnya, mengapa orang-orang yang senantiasa bersyukur; walaupun hidup pas-pasan ia akan tetap tersenyum dan merasa cukup, bukan merasa miskin.

Ustadz Ammi Nur Baits

AL-QUR'AN DAN SANG JENDERAL (diangkat dari kisah nyata)

Suatu sore pada tahun 1525, penjara tempat orang tahanan terasa hening mencengkam. Jenderal Adolf Roberto, pemimpin penjara yg terkenal bengis, tengah memeriksa setiap kamar tahanan.

Setiap sipir penjara membungkukkan badannya rendah² ketika 'algojo penjara' itu berlalu di hadapan mereka. Karena kalau tidak, sepatu 'jenggel' milik tuan Roberto yg fanatik ... itu akan mendarat di wajah mereka.

Roberto marah besar ketika dari sebuah kamar tahanan terdengar seseorang mengumandangkan suara² Ayat Suci yang amat ia benci.
"Hai ... hentikan suara jelekmu! Hentikan!!!" teriak Roberto sekeras-kerasnya sembari membelalakkan mata.

Namun apa yang terjadi? Laki² di kamar tahanan tadi tetap saja bersenandung dg khusyu'nya. Roberto bertambah berang. Algojo penjara itu menghampiri kamar tahanan yg luasnya tak lebih sekadar cukup untuk 1 orang.

Dg congkak ia menyemburkan ludahnya ke wajah renta sang tahanan yg keriput hanya tinggal tulang. Tak puas sampai di situ, ia lalu menyulut wajah dan seluruh badan orang tua renta itu dg rokoknya yg menyala.

Sungguh ajaib ... tak terdengar secuil pun keluh kesakitan. Bibir yg pucat kering milik sang tahanan amat gengsi untuk meneriakkan kata kepatuhan pada sang algojo, bibir keringnya hanya berkata lirih, "Rabbi, wa-ana 'abduka."

Tahanan lain yg menyaksikan kebiadaban itu serentak bertakbir sambil berkata, "Bersabarlah wahai ustadz ... Insyaa Allah tempatmu di Syurga."
Melihat kegigihan orang tua yg dipanggil ustadz oleh sesama tahanan, 'algojo penjara' itu bertambah memuncak amarahnya.

Ia perintahkan pegawai penjara untuk membuka sel, dan ditariknya tubuh orang tua itu keras² hingga terjerembab di lantai.
"Hai orang tua busuk!! Bukankah engkau tahu, aku tidak suka bahasa jelekmu itu?! Aku tidak suka apa-apa yg berhubung dg agamamu!!"

Sang Ustadz lalu berucap, "Sungguh ... aku sangat merindukan kematian, agar aku segera dapat menjumpai kekasihku yg amat kucintai, Allah Subhanahu wa ta'ala ... Karena kini aku berada di puncak kebahagiaan karena akan segera menemuiNya, patutkah aku berlutut kepadamu, hai manusia busuk? Jika aku turuti kemauanmu, tentu aku termasuk manusia yg amat bodoh."

Baru saja kata² itu terhenti, sepatu laras Roberto sudah mendarat di wajahnya. Laki² itu terhuyung. Kemudian jatuh terkapar di lantai penjara dg wajah bersimbah darah.

Ketika itulah dari saku baju penjaranya yg telah lusuh, meluncur sebuah 'buku kecil'. Adolf Roberto bermaksud memungutnya. Namun tangan sang Ustadz telah terlebih dahulu mengambil dan menggenggamnya erat².

"Berikan buku itu, hai laki² dungu!" bentak Roberto.
"Haram bagi tanganmu yg kafir dan berlumuran dosa untuk menyentuh barang suci ini!" ucap sang ustadz dg tatapan menghina pada Roberto.

Tak ada jalan lain, akhirnya Roberto mengambil jalan paksa untuk mendapatkan buku itu. Sepatu laras berbobot dua kilogram itu ia gunakan untuk menginjak jari² tangan sang ustadz yg telah lemah. Suara gemeretak tulang yg patah terdengar menggetarkan hati. Namun tidak demikian bagi Roberto.

Laki² bengis itu malah merasa bangga mendengar gemeretak tulang yg terputus. Bahkan 'algojo penjara' itu merasa lebih puas lagi ketika melihat tetesan darah mengalir dari jari-jari musuhnya yg telah hancur.

Setelah tangan renta itu tak berdaya, Roberto memungut buku kecil yg membuatnya penasaran. Perlahan Roberto membuka sampul buku yg telah lusuh. Mendadak algojo itu termenung.

"Ah ... sepertinya aku pernah mengenal buku ini. Tapi kapan? Ya, aku pernah mengenal buku ini," suara hati Roberto bertanya-tanya.
Perlahan Roberto membuka lembaran pertama buku itu.

Pemuda berumur tiga puluh tahunan itu bertambah terkejut tatkala melihat tulisan² "aneh" dalam buku itu. Rasanya ia pernah mengenal tulisan seperti itu dahulu. Namun, sekarang tak pernah dilihatnya di bumi Spanyol. Akhirnya Roberto duduk di samping sang ustadz yg telah melepas nafas-nafas terakhirnya. Wajah bengis sang algojo kini diliputi tanda tanya yg dalam.
Mata Roberto rapat terpejam. Ia berusaha keras mengingat peristiwa yg dialaminya sewaktu masih kanak². Perlahan, sketsa masa lalu itu tergambar kembali dalam ingatan Roberto.

Pemuda itu teringat ketika suatu sore di masa kanak²nya terjadi kericuhan besar di negeri tempat kelahirannya ini.
Sore itu ia melihat peristiwa yg mengerikan di lapangan Inkuisisi (lapangan tempat pembantaian kaum muslimin di Andalusia).
Di tempat itu tengah berlangsung pesta darah dan nyawa.
Beribu-ribu jiwa tak berdosa berjatuhan di bumi Andalusia.
Di ujung kiri lapangan, beberapa puluh wanita berhijab (jilbab) digantung pada tiang² besi yg terpancang tinggi.
Tubuh mereka bergelantungan tertiup angin sore yg kencang, membuat pakaian muslimah yg dikenakan berkibar-kibar di udara.

Sementara, di tengah lapangan ratusan pemuda Islam dibakar hidup² pada tiang² salib, hanya karena tidak mau memasuki agama yang dibawa oleh para rahib.

Seorang bocah laki² mungil tampan, berumur tujuh tahunan, malam itu masih berdiri tegak di lapangan Inkuisisi yg telah senyap. Korban² kebiadaban itu telah syahid semua.

Bocah mungil itu mencucurkan airmatanya menatap sang ibu yg terkulai lemah di tiang gantungan. Perlahan-lahan bocah itu mendekati tubuh sang ummi (ibu) yg sudah tak bernyawa, sembari menggayuti abayanya.

Sang bocah berkata dg suara parau, "Ummi ... ummi ... mari kita pulang. Hari telah malam. Bukankah ummi telah berjanji malam ini akan mengajariku lagi tentang alif, ba, ta, tsa ....? Ummi, cepat pulang ke rumah ummi ..."

Bocah kecil itu akhirnya menangis keras, ketika sang ummi tak jua menjawab ucapannya. Ia semakin bingung dan takut, tak tahu harus berbuat apa. Untuk pulang ke rumah pun ia tak tahu arah.

Akhirnya bocah itu berteriak memanggil bapaknya, "Abi ... Abi ... Abi ..."
Namun ia segera terhenti berteriak memanggil sang bapak ketika teringat kemarin sore bapaknya diseret dari rumah oleh beberapa orang berseragam.

"Hai ... siapa kamu?!" teriak segerombolan orang yang tiba-tiba mendekati sang bocah.
"Saya Ahmad Izzah, sedang menunggu Ummi," jawab sang bocah memohon belas kasih.
"Hah ... siapa namamu bocah, coba ulangi!" bentak salah seorang dari mereka.
"Saya Ahmad Izzah ..." sang bocah kembali menjawab dg agak grogi.
Tiba² "plak! sebuah tamparan mendarat di pipi sang bocah.
"Hai bocah ...! Wajahmu bagus tapi namamu jelek. Aku benci namamu. Sekarang kuganti namamu dengan nama yg bagus. Namamu sekarang 'Adolf Roberto' ... Awas! Jangan kau sebut lagi namamu yg jelek itu. Kalau kau sebut lagi nama lamamu itu, nanti akan kubunuh!" ancam laki² itu.

Sang bocah meringis ketakutan, sembari tetap meneteskan air mata. Anak laki-laki mungil itu hanya menurut ketika gerombolan itu membawanya keluar lapangan Inkuisisi. Akhirnya bocah tampan itu hidup bersama mereka.

Roberto sadar dari renungannya yg panjang. Pemuda itu melompat ke arah sang tahanan. Secepat kilat dirobeknya baju penjara yg melekat pada tubuh sang ustadz. Ia mencari-cari sesuatu di pusar laki-laki itu. Ketika ia menemukan sebuah 'tanda hitam' ia berteriak histeris, "Abi ... Abi ... Abi ..."

Ia pun menangis keras, tak ubahnya seperti Ahmad Izzah dulu.

Pikirannya terus bergelut dg masa lalunya. Ia masih ingat betul, bahwa buku kecil yg ada di dalam genggamannya adalah Kitab Suci milik bapaknya, yg dulu sering dibawa dan dibaca ayahnya ketika hendak menidurkannya.
Ia juga ingat betul ayahnya mempunyai 'tanda hitam' pada bagian pusar.

Pemuda beringas itu terus meraung dan memeluk erat tubuh renta nan lemah. Tampak sekali ada penyesalan yg amat dalam atas ulahnya selama ini. Lidahnya yg sudah berpuluh-puluh tahun alpa akan Islam, saat itu dengan spontan menyebut, "Abi ... aku masih ingat alif, ba, ta, tsa ..."
Hanya sebatas kata itu yg masih terekam dalam benaknya.

Sang ustadz segera membuka mata ketika merasakan ada tetesan hangat yg membasahi wajahnya.
Dengan tatapan samar dia masih dapat melihat seseorang yg tadi menyiksanya habis²an kini tengah memeluknya. "Tunjuki aku pada jalan yg telah engkau tempuh Abi, tunjukkan aku pada jalan itu ..." terdengar suara Roberto memelas.

Sang ustadz tengah mengatur nafas untuk berkata-kata, ia lalu memejamkan matanya. Air matanya pun turut berlinang. Betapa tidak, jika sekian puluh tahun kemudian, ternyata ia masih sempat berjumpa dg buah hatinya, di tempat ini. Sungguh tak masuk akal. Ini semata-mata bukti kebesaran Allah.

Sang Abi dg susah payah masih bisa berucap, "Anakku, pergilah engkau ke Mesir. Di sana banyak saudaramu. Katakan saja bahwa engkau kenal dg Syaikh Abdullah Fattah Ismail Al-Andalusy. Belajarlah engkau di negeri itu."

Setelah selesai berpesan sang ustadz menghembuskan nafas terakhir dg berbekal kalimah indah, "Asyhadu an-laa Ilaaha illalloh, wa asyhadu anna Muhammadan Rasullulloh ...'.
Beliau pergi menemui Rabbnya dg tersenyum, setelah sekian lama berjuang di bumi yg fana ini.

Kemudian..
Ahmad Izzah mendalami Islam dg sungguh² hingga akhirnya ia menjadi seorang alim di Mesir. Seluruh hidupnya dibaktikan untuk Islam, sebagai ganti kekafiran yg di masa muda sempat disandangnya. Banyak pemuda Islam dari berbagai penjuru dunia berguru dengannya. Dialah ... "Al-Ustadz Ahmad Izzah Al-Andalusy".
-----------------
Benarlah firman Allah ...

"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrahnya itu. Tidak ada perubahan atas fitrah Allah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."
(QS:30:30)

Masya Allah...
Semoga kisah ini dapat membuat hati kita luluh dengan hidayah Allah yang  mudah-mudahan dapat masuk mengenai qolbu kita untuk tetap taat kepadaNya.

Siapa Yang Kentut..? Silahkan Berdiri..!

Kisah #1

Dikisahkan, bahwa suatu hari para sahabat sedang berkumpul di masjid. Lalu terciumlah bau kentut diantara mereka, sehingga membuat para sahabat tidak tahan dengan bau tersebut, salah seorang dari mereka berdiri dan berkata,

“Barangsiapa yang kentut, silakan bangun”. Hening, tak seorang pun berdiri.

Ketika datang waktu Isya mereka berkata, “Orang yang kentut pasti akan berwudhu setelah ini. Orang itulah yang kentut”.

Setelah itu, para sahabat menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang keluar. Masih seperti tadi, tak seorang pun yang beranjak dari tempat duduknya, mungkin malu.

Lalu Bilal bangun untuk mengumandangkan adzan. Kemudian Nabi Muhammad berkata: “Tunggu dulu, aku belum batal, tapi aku hendak berwudhu lagi."

Lalu para sahabat pun ikut berwudhu dan tidak diketahui siapa yang kentut waktu itu.

Kisah #2

Usai shalat ashar di masjid Quba, seorang sahabat mengundang Nabi beserta jamaah untuk menikmati hidangan daging unta di rumahnya. Ketika sedang makan, ada tercium aroma tidak sedap.

Rupanya diantara yang hadir ada yang buang angin. Para sahabat saling menoleh. Wajah Nabi sedikit berubah tanda tidak nyaman.

Maka tatkala waktu shalat maghrib hampir masuk, sebelum bubar, Rasulullah berkata: "Barangsiapa yang makan daging unta, hendaklah ia berwudhu!".

Mendengar perintah Nabi tersebut maka seluruh jamaah mengambil air wudhu. Dan terhindarlah aib orang yang buang angin tadi.

Subhanallah. Sungguh, dalam diri Nabi terdapat teladan yang baik bagi kita semua.

Kisah #3

Kisah tentang menjaga perasaan saudara seiman pun juga terjadi pada seorang ulama, yaitu Syaikh Abdurrahman Hatim bin Alwan. Beliau merupakan salah satu ulama besar di Khurasan pada zamannya. Dikenal dengan Hatim Al A’sham, yang artinya Hatim si tuli.

Suatu ketika ada seorang wanita yang datang menemui beliau. Namun, tanpa sengaja ia kentut dengan suara yang cukup keras. Wanita itu salah tingkah, menahan malu. Lalu syaikh ini pura-pura tuli, dan meminta si wanita mengulangi pertanyaannya.

Dengan sikap sang syaikh, wanita itu pun merasa sedikit lega. Ia mengira sang syaikh benar-benar tuli. Lalu mereka berbicara dengan saling meninggikan suara.

Wanita itu hidup selama lima belas tahun setelah kejadian tersebut. Selama itu pula Syaikh Hatim pura-pura tuli. Hingga wanita itu meninggal, ia tak pernah tahu kepura-puraan beliau.

-----

Ketiga kisah di atas menceritakan bagaimana seharusnya seorang muslim menjaga kehormatan saudaranya. Bukan malah menertawakannya atau menyebarkan aibnya.

Abu Hurairah berkata, Nabi bersabda :

وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِماً سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كاَنَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيْهِ.

“... siapa yang menutupi (aib) seorang muslim, Allah akan tutupi aibnya di dunia dan akhirat. Allah selalu menolong hamba-Nya selama hamba-Nya menolong saudaranya.”

Tuesday, February 16, 2016

BERKAWAN ALA IMAM ASY SYAFI'I

قال الشافعي: ‏احب الصالحين و لست منهم لعلي أن أنال بهم شفاعة وأكره من تجارته المعاصي وإن كنا سواء في البضاعة
Berkata Imam Asy Syafi'i: "Aku mencintai para shalihin meski diri ini tak termasuk dalam kumpulannya. Semoga dengan cinta itu kan kuraih syafa'at bersama mereka. Dan aku tak suka pada dia yang maksiat menjadi perniagaannya. Meski kami dalam berbagai-bagai sama keadaannya."

 قال الشافعي: "إذا كان لك صديق -يعينك على الطاعة- فشد يديك به؛ فإن اتخاذ الصديق صعب ومفارقته سهلة"
Berkata pula beliau: "Jika padamu ada kawan baik yang membantu dalam berketaatan, maka genggamlah erat dia di tangan. Sebab memperoleh sahabat sebenar amatlah sukar, adapun berpisah sangatlah mudah."

 ‏ﻣﺮﺽ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﺣﻤﺪ ﺫﺍﺕ ﻳﻮﻡ ﻭﻻﺯﻡ ﺍﻟﻔﺮﺍﺵﻓﺰﺍﺭﻩ ﺻﺪﻳﻘﻪ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ رحمه الله ﻓﻠﻤﺎ ﺭﺃى ﻋﻠﻴﻪ ﻋﻼﻣﺎﺕ ﺍﻟﻤﺮﺽ ﺍﻟﺸﺪﻳﺪ أﺻﺎﺑﻪ ﺍﻟﺤﺰﻥ ﻓﻤﺮﺽ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﺃﻳﻀﺎ ‏ﻓﻠﻤﺎ ﻋﻠﻢ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﺣﻤﺪ ﺑﺬﻟﻚ، ﺗﻤﺎﺳﻚ ﻧﻔﺴﻪ ﻭﺫﻫﺐ ﻟﺮﺅﻳﺔ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﻓﻲ ﺑﻴﺘﻪ فلما رآه الشافعي قال: ﻣﺮﺽ ﺍﻟﺤﺒﻴﺐ ﻓﺰﺭﺗﻪ ﻓﻤﺮﺿﺖ ﻣﻦ ﺍﺳﻔﻲ ﻋﻠﻴﻪ ﺷُﻔﻲ ﺍﻟﺤﺒﻴﺐ ﻓﺰﺍﺭﻧﻲ ﻓﺸُﻔﻴﺖ ﻣﻦ ﻧﻈﺮﻱ إليه
 Pada suatu hari Imam Ahmad sakit, sampai harus terbaring di tempat tidurnya. Maka sahabat beliau, Imam Asy Syafi'i datang menjenguknya. Tatkala Imam Asy Syafi'i melihat gejala-gejala sakit berat pada diri Imam Ahmad, beliau sangat sedih, sehingga menjadi sakit pula karena hal itu sepulang dari besuknya. Ketika Imam Ahmad mengetahui hal ini, beliau menguatkan dirinya untuk menjenguk Imam Asy Syafi'i ke rumahnya. Ketika Imam Asy Syafi'i melihat kehadiran Imam Ahmad, beliau melantunkan syairnya: "Saudara terkasih sakit, maka akupun menjenguknya.
Maka sakitlah aku karena sedih atas keadaannya.Kala dirinya sembuh, diapun datang membesukku. Lalu akupun sembuh, karena bahagia melihatnya.
"Ya Allah, kami memohon cintaMu, cinta orang-orang yang mencintaiMu, dan cinta kepada segala yang mendekatkan kami pada cintaMu.

--- (Ust. Salim A Fillah , @salimafillah)

Monday, May 21, 2012

Bahasa Angsa


Saat kita berada di negara 4 musim, kadang kita melihat Angsa terbang berombongan,
pergi ke daerah yang lebih hangat, menghindari musim dingin…
Perhatikan, mereka terbang dalam formasi “V”
Mungkin Anda tahu kenapa…

Dengan terbang dalam formasi “ V “, efisiensi seluruh” Grup” akan naik sebesar 71 %, dibandingkan
dengan terbang sendiri sendiri.

Pelajaran 1:
Bekerja secara Team, bergerak ke arah tujuan yang sama, membuat kita mencapai tujuan lebih cepat dan lebih ringan.

Ketika salah satu Angsa meninggalkan formasi.
Apa yang terjadi…?

sang Angsa mengalami daya tahan udara yang besar, dan kesulitan terbang sendiri…

Akhirnya dia dengan cepat kembali ke” formasi “untuk berbagi efek terbang dalam formasi ..

Pelajaran ke 2:

Selalu kompak di dalam team yang bergerak ke satu tujuan;
akan membutuhkan lebih sedikit energi. Akan lebih mudah dan lebih menyenangkan untuk mencapai tujuan. Setiap anggota akan merasa berkewajiban untuk menolong sesama.

Ketika team leader kelelahan…Apa yang terjadi…?

Dia berpindah ke ujung formasi “V”, sementara itu Angsa lain akan mengambil tempatnya.

Pelajaran 3:

Berbagi kepemimpinan, harus didasari Saling hormat dan percaya diantara anggota di setiap saat.
Saling berbagi tugas atau masalah yang paling berat
Pusatkan kemampuan , dan bakat team untuk memecahkan masalah.

Angsa terbang dalam formasi “V” sambil ber“kotek“
hal ini akan memberi semangat terbang “Team leader”
Juga dengan cara demikian mereka terbang
dengan kecepatan yang sama….

Pelajaran 4:

Bila mana ada semangat dan “penyemangat”,kecepatan penyelesaian pekerjaan lebih besar.
Keberadaan “semangat“ akan selalu memotivasi, menolong dan menguatkan…
Akan menghasikan kualitas yang terbaik.

Ketika salah satu Angsa sakit atau
kelelahan…

Beberapa Angsa akan keluar juga dari formasi,
dan membentuk formasi baru
untuk menolong dan mengawal dia…sampai.
dia sehat dan kembali masuk ke formasi
atau terus dengan formasi tsb
atau jatuh dan meninggal.

Pelajaran 5:
Tinggalah berdampingan
dengan yang lain apapun perbedaan kita.
Lebih lebih pada waktu kesulitan
dan tantangan yang besar…

ika kita kompak dan saling mendukung…
Jika kita menjiwai kerja sama yang baik…
Melupakan perbedaan masing masing maka kita akan selalu dapat mengatasi tantangan.
Jika kita selami arti dari persahabatan…
Dan kita selalu bersedia untuk berbagi…
HIDUP AKAN LEBIH BERARTI DAN KITA AKAN MELEWATI WAKTU MENDATANG DENGAN KEBAHAGIAAN…

Monday, April 23, 2012

Empat Hal yang Membuat Menangis

Banyak orang dengan sangat mudah untuk menangis. Terlebih dengan kehidupan saat ini yang benar-benar sulit bagi seseorang yang baru mulai merasakan pahitnya hidup sepeti orang yang seumuran dengan saya. Hal kecil dan begitu banyak hal yang dapat membuat air mata tertumpah. Namun bagi saya, as the boy, bukan hal yang mudah bagi saya untuk bersimpati dan menangis. Banyak teman-teman saya yang begitu mudah untuk menangis justru membuat saya menjadi tertawa. Hal yang bodoh bagi seorang cewek yang menangisi perilaku cowoknya atau diputusin pacarnya. Hal yang benar-benar gila atau tidak masuk akal bagi cowok yang menangis karena cewek (pacarnya). Memalukan. Hal tersebut benar-benar tidak ada dalam kamus (benak) saya. Totally, saya sangat kasihan pada orang-orang yang seperti ini, dan berpikir, apa yang ada dibenak orang seperti ini. Tidak cukupkah mereka mendapat kasih sayang dari orang tua, dari sahabat, dari keluarga yang mencintainya tanpa syarat, serta nikmat dari Allah sehingga mau membuang-buang waktu untuk hal yang semu yang mereka sebut ‘cinta’.


1. Kebahagian orang tua Hal yang berkaitan dengan kebahagian orang tua yang terikat dengan cita-cita pribadi saya adalah hal pertama yang paling dapat membuat air mata saya jatuh di luar kendali saya. Ketika saya berfikir mengenai apa yang telah saya perbuat sejauh ini terhadap kebahagiaan orang tua saya atas segala pencapaian hidup sering membuat saya menangis pada malam-malam yang sunyi. Bagi saya, kebahagian Ayah dan Ibu yang telah berlelah-lelah dalam hidup demi saya adalah hal yang paling utama pencapaian kesuksesan dalam hidup saya. Tiada hal lain yang dapat menggantikan goal no 1 selain hal ini.saya tidak sanggup melihat kedua orang tua saya terus bekerja untuk menafkahi saya sampai lanjut usia. itulah mengapa saya tidak pernah mau menambah kesusahan mereka dengan berbagai permintaan materi yang banyak dilakukan teman saya. Saya cukup bersyukur atas apa yang telah mampu mereka berikan kepada saya. 

2. Lapar saya sebenarnya adalah orang yang melankolis. Tapi juga orang yang sangat cerdas untuk kontrol emosi, sehingga dapat bertindak wajar dan jarang berlebihan (terlalu senang/ susah). As I told you, saya paling tidak bisa melihat teman dalam kesusahan sementara saya mampu untuk menolongnya. Sebuah kejahatan besar bagi saya ketika saya bisa makan enak sehingga kekenyangan dengan tanpa memikirkan keadaan teman disamping saya yang sedang kelaparan. Saya tahu bagaimana rasanya menahan rasa lapar. Saya tahu bagaimana melihat orang makan di hadapan kita pada saat lapar. Hal itu benar-benar menyiksa. Pada saat itulah air mata saya menetes tanpa dapat saya tahan ketika dalam ketidakberdayaan untuk membeli makanan/ keterbatasan uang pada suatu waktu. 

3. Cerita/film kehidupan Pada suatu saat saya menonton acara/ film di tv atau di computer, sometimes ketika cerita/ film tentang kehidupan itu benar-benar menyentuh, saya pasti akan menangis. Dibalik semua itu, hal ini berarti, hati kecil kita dapat tersentuh melalui indera sementara otak tidak dapat mengontrolnya. Pada saat itulah menangis menjadi hal yang lumrah. 

4. Doa dan Harapan Disaat kita merasa nol, maka doa dan menangis adalah satu-satunya jalan untuk mensyukuri dan menetralkan emosi kita. Harapan yang menumpuk dalam otak akan penuh dan ketika semua tidak tercapai maka kepala akan meledak (biasa disebut dengan stress dan frustasi). Menangis merupakan salah satu cara bagi saya untuk mencairkan emosi dan passion dalam otak melalui air mata yang keluar. Dalam doa sebagai orang yang ber-Tuhan / makhluk maka hal ini sangat menenangkan bila dilakukan dengan menangis. 

Itulah beberapa hal yang dapat membuat saya menangis dan sejauh ini, saya pikir saya adalah orang yang sehat dan cukup cerdas dalam hal mengontrol emosi, terutama menangis sebagai salah satu bentuk ekspresi dan solusi pemecahan masalah. Banyak hal yang dapat menyentuh hati kecil/ dasar hati kita baik itu rasa simpati, rasa sedih, rasa marah, rasa penyesalan dan rasa syukur. Menangis bukan lah hal yang memalukan karena kita adalah manusia, bukan malaikat, dan hal yang memalukan adalah kalau kamu terlalu cengeng, gampang menangis. Tapi orang yang anti untuk menangis (sok cowok banget), perlu dipertanyakan apakah mereka masih punya hati atau tidak. Janganlah kita menjadi orang yang mudah untuk menangis, jadilah pribadi yang dewasa dan hanya dapat menangis pada saat dibutuhkan sehingga dapat menjadi pribadi dewasa yang anggun yang berhati baik.

Sunday, April 15, 2012

4 Lilin [MOTIVASI]

Ada 4 lilin yang menyala. Sedikit demi sedikit habis meleleh.
Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka.

Yang pertama berkata:
“Aku adalah Damai. Namun manusia tak mampu menjagaku, maka lebih baik aku mematikan diriku saja!”
Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.

Yang kedua berkata:
“Aku adalah Iman. Sayang aku tak berguna lagi. Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.”
Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara:
”Aku adalah Cinta. Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala. Manusia tidak lagi memandang dan menganggapku berguna. Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.”
Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.
Tanpa terduga…Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata:

“Eh apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”Lalu ia mengangis tersedu-sedu.

Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:
"Jangan takut, janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya. Akulah H A R A P A N “

Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.
Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN yang ada dalam hati kita….dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya!
Semuanya bisa saja lenyap, namun jangan sampai pengharapanmu kepada Tuhan ikut lenyap, sebab hanya itulah senjata terakhir yang akan memampukanmu untuk bangkit dan meraih kembali apa yang telah hilang..!

Pembangunan yang Mengancam: Ancaman Bencana Berkelanjutan bagi Civitas UIN Imam Bonjol Padang

Sejak pertama kali mengajar di UIN Imam Bonjol Padang pada tahun 2019, saya menyaksikan perubahan besar yang terjadi di kampus, terutama den...